Cadangan Devisa Naik, IHSG Berpeluang Bangkit Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indosurya Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di perdagangan saham hari ini berpeluang bangkit kembali, terutama karena pemerintah merilis data kenaikan jumlah cadangan devisa. Hari ini, IHSG  diprediksi akan bergerak naik pada kisaran 6.336-6.498 HSG setelah akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan 1,16 persen di level 6383.068.

    Baca: Cina Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi jadi 6 Persen di 2019

    “Ini ditopang kuatnya cadangan devisa dan positifnya data ritel,” kata William Surya, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas dalam rilis riset yang diterima Bisnis.com pada Senin, 11 Maret 2019. 

    William menjelaskan pascarilis data perekonomian cadangan devisa yang terlansir cukup bagus, ditambah dengan adanya rilis data perekonomian tentang penjualan ritel yang diperkirakan akan terdapat peningkatan, semakin menunjukkan kondisi fundamental perekonomian negara yang cukup solid dan kuat. Hal ini tentunya dapat menjadi sentimen posiitif yang kuat untuk kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang, serta kembalinya arus capital inflow ke dalam pasar modal Indonesia. "Hari ini IHSG berpotensi naik," tulis William. 

    Sebelumnya Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa akhir Februari 2019 sebesar US$ 123,3 miliar atau naik US$ 3,2 miliar dibandingkan posisi akhir Januari sebesar US$ 120,1 miliar. Kenaikan cadangan devisa disebabkan penerbitan surat utang negara berbasis syariah atau sukuk global pemerintah. "Peningkatan cadangan devisa pada Februari 2019 terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya," demikian tertulis dalam siaran pers BI, Jumat 8 Maret 2019. 

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Artinya, cadangan devisa berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu menjaga stabilitas makroekonomi. Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.