Jalan Tol Trans Sumatera Diprediksi Gairahkan Industri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kalangan menilai pengoperasian jalan tol Trans Sumatera bakal menggairahkan industrialisasi berbasis sumber daya alam di Pulau Sumatera.  Industrialisasi menjadi kunci agar perekonomian di kawasan  sekitarnya tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan. 

    "Dengan diresmikannya Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar ini, akan membawa dampak positif terutama terhadap mobilitas masyarakat di wilayah Pulau Sumatra,” kata Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Bintang Perbowo, dalam siaran pers.

    Simak: Menteri Rini Dorong Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera untuk UMKM

    Bintang menjelaskan, hingga akhir 2019, sebanyak lima ruas jalan tol Trans Sumatera siap digunakan, menyusul ruas Palembang - Indralaya (22 kilometer) yang sudah beroperasi sejak tahun lalu. Ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar bakal memperlancar arus barang dan jasa karena waktu tempuh lebih singkat. Hingga akhir 2019, sebanyak empat ruas lain bakal rampung dan beroperasi, yaitu Medan - Binjai (17 kilometer), Pekabaru - Dumai (131 kilometerr), Terbanggi Besar - Pematang Panggang (100 kilometer), dan Pematang Panggang - Kayu Agung (85 kilometer).

    Berdasarkan Perpres No.117 Tahun 2015, Hutama Karya mendapat penugasan untuk menggarap 24 ruas Trans Sumatera,  yang mana delapan ruas diharapkan rampung tahun ini. Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero), Anis Anjayani menambahkan, ada dua ruas yang belum memulai konstruksi, yaitu Palembang - Tanjung Api Api dan Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat. "Yang dikerjakan lebih dahulu Kuala Tanjung - Tebing - Tinggi Parapat," jelas Anis kepada Bisnis, Jumat 8 Maret 2019.

    Keberadaan jalan tol Trans Sumatera dinilai bakal menopang industrialisasi di Sumatera, sebuah transformasi yang harus dilakukan untuk memutus ketergantungan terhadap ekspor komoditas. Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani mengatakan fluktuasi harga komoditas membuat perekonomian Sumatera labil. Dia mengimbuhkan, sejak 2014 pertumbuhan ekonomi Sumatra selalu lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan nasional. Bahkan, sumbangsih ekonomi Sumatra juga terus lungsur ke level 21,58% pada 2018 lalu dari posisi 2014 sebesar 23,16%.

    "Kuncinya industrialisasi, dan itu butuh infrastruktur seperti jalan tol dan pelabuhan. Dalam jangka panjang, ini akan menjadi sentra pertumbuhan dan harapannya memang ada aglomerasi industri di wilayah itu," jelas Dendi.

    Saat ini sedikitnya ada tiga kawasan ekonomi khusus yang sudah beroperasi seluas 6.958 hektare. Ketiga KEK itu yakni KEK Arun, KEK Sei Mangkei, dan KEK Galang Batang, dan KEK Tanjung Api Api. Selain itu, Dewan KEK mencatat, ada sepuluh KEK lain yang diusulkan di Sumatera seluas 7.415 hektare.

    Dendi mengingatkan, proyek jalan tol maupun industrialisasi merupakan proyek jangka panjang. Dia menyebut, pembangunan jalan tol merupakan satu aspek yang perlu didukung pembangunan di sektor lainnya, seperti penyediaan energi, air, dan pelabuhan. Walhasil, megaproyek tol Trans Sumatera baru akan menuai hasilnya dalam waktu 15-20 tahun dari sekarang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.