Menteri Rini Soemarno Dorong PTPN VII Bangun Kawasan Industri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo seusai meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo seusai meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Lampung - Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong dunia usaha, terutama BUMN untuk memaksimalkan aset yang dimulai dengan memanfaatkan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera JTTS. Salah satunya, mendorong PTPN VII dan PT Pelindo (Indonesian Port Corporation,) untuk membangun kawasan industri.

    Baca juga: Menteri Rini Pamer Jalan Tol ke Santri Cirebon

    "Jalan tol ini dikebut untuk melancarkan distribusi logistik antardaerah. Nah, PTPN VII kan punya lahan luas di pinggir JTTS ini. PT Pelindo juga punya Pelabuhan Internasional Panjang. Nanti kita dorong untuk bersinergi bikin kawasan industri atau terminal logistik, sehingga distribusinya dari jalan tol langsung ke pelabuhan. Dan ini merupakan bagian dari visi ke depan," kata dia di Natar, Lampung Selatan, Jumat, 8 Maret 2019.

    Ia menyebutkan dalam pembangunan JTTS, sinergitas empat BUMN Karya, yakni, PT Hutama Karya, PT PP, PT Adhi Karya, dan PT Waskita Karya.

    "Setelah empat BUMN Karya ini selesai membangun JTTS, berikutnya harus disinergikan dengan BUMN lainnya. Misalnya antara lain PTPN dan Pelindo ini," kata dia.

    Meskipun sudah diresmikan dan langsung dioperasikan, Rini mengatakan sarana pendukung operasional jalan tol belum tersedia lengkap. Salah satunya adalah rest area atau tempat berhenti/ beristirahat bagi pengguna jalan.

    Rini menyebutkan, PTPN VII yang memilik beberapa lahan dan bersentuhan langsung dengan JTTS bisa dikerjasamakan untuk dibangun rest area.

    Rest area yang dibangun tidak sekadar untuk peristirahatan pelintas, tetapi menjadi salah satu destinasi wisata dengan berbagai wahana.

    "Konsep rest area kita nantinya akan dibuat lebih luas dan bukan sekadar tempat rehat. Jadi, di rest area itu jadi tempat wisata yang menyediakan wahana-wahana yang menarik. Saya kira PTPN VII sebagai pemilik lahan bisa sinergi untuk ini," kata dia.

    Mengenai fasilitas di rest area, Rini mengatakan akan diisi oleh UKM di daerah setempat. Para pedagang, terutama pedagang makanan, produk kerajinan, dan lainnya 90 persen akan mengakomodasi para pengrajin dan UKM lokal.

    Sebelumnya, pada peresmian di pintu Tol Natar, Presiden Joko Widodo mengatakan, JTTS ruas Bakauheni—Terbanggi Besar merupakan tol terpanjang dengan proses pembangunan tercepat di Indonesia saat ini. Dengan panjang 140 kilometer.

    Jokowi menjelaskan, JTTS ruas ini dikerjakan dari nol penentuan lokasi pada 2014 dan rampung dalam empat tahun.

    Selain Rini, hadir pada peresmian itu, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, dan pejabat lain.

    Seremonial itu sekaligus peresmian dua dermaga eksekutif di Merak dan Bakauheni.

    Rini Soemarno menambahkan, pekerjaan selanjutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan jalan tol agar meningkatkan mobilitas ekonomi kawasan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.