Hari Wanita Sedunia, PBB dan Uni Eropa Luncurkan Program Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barbie merilis boneka tokoh ikonik perempuan dunia untuk memperingati International Womens Day atau Hari Wanita Sedunia yang jatuh pada 8 Maret. Series boneka Barbie yang menginspirasi dalam bidang kecerdasan dan sikap ini diberi nama Inspiring Women yang terinspirasi dari 3 wanita yang berjaya pada masa lalu dan Shero untuk menghormati 14 figur wanita masa kini yang menjadi idola berkat prestasinya. Mattel

    Barbie merilis boneka tokoh ikonik perempuan dunia untuk memperingati International Womens Day atau Hari Wanita Sedunia yang jatuh pada 8 Maret. Series boneka Barbie yang menginspirasi dalam bidang kecerdasan dan sikap ini diberi nama Inspiring Women yang terinspirasi dari 3 wanita yang berjaya pada masa lalu dan Shero untuk menghormati 14 figur wanita masa kini yang menjadi idola berkat prestasinya. Mattel

    TEMPO.CO, Jakarta -Memperingati Hari Wanita Sedunia, Uni Eropa dan UN Women hari ini meluncurkan program tiga tahun WeEmpower Asia untuk mendorong sektor swasta dalam mengembangkan partisipasi ekonomi dan kesempatan bisnis perempuan di tujuh negara Asia: Cina, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

    BACA: Hari Perempuan Internasional, Rahayu Saraswati Bicara Ibu Bekerja

    Dengan dukungan Uni Eropa, UN Women akan melaksanakan program 8 Juta Euro yang bertujuan untuk mengintegrasikan gender ke dalam praktik bisnis di kawasan Asia.

    WeEmpower Asia akan mempromosikan dialog antara kelompok perempuan, sektor publik, dan swasta sehingga terbentuk lingkungan bisnis yang mendukung pemberdayaan perempuan; meningkatkan kapasitas perempuan wirausaha untuk menjalin hubungan bisnis dengan para pengusaha, pembuat kebijakan dan pengambil keputusan; serta mendukung perusahaan untuk mengimplementasikan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan atau Women’s Empowerment Principles.

    “Pemberdayaan ekonomi perempuan adalah prasyarat untuk pertumbuhan ekonomi yang adil dan inklusif. Pemberdayaan ekonomi perempuan dapat mendorong kesetaraan gender dan memberikan manfaat yang lebih luas, bagi perempuan, anak-anak mereka, rumah tangga dan komunitas," ungkap Duta Besar Mara Marinaki, EU Principal Advisor on Gender dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat, 8 Maret 2019.

    BACA: Sebab Angka KDRT Tinggi, Korban Takut Dicap Tidak Taat Suami

    Mara Marinaki mengatakan perempuan yang berdaya secara ekonomi, memiliki akses yang lebih luas terhadap aset ekonomi dan pendapatan. Serta kontrol yang lebih besar atas keuntungan ekonomi dan dapat mengambil keputusan yang lebih adil sehingga keuntungan tersebut memberikan manfaat secara sosial, ekonomi dan kesehatan untuk diri mereka sendiri, keluarga dan masyarakat.

    Anna-Karin Jatfors, Regional Director a.i. UN Women Asia Pacific, mengatakan perempuan memberikan kontribusi kepada perekonomian di kawasan Asia. WeEmpower Asia akan menciptakan kemitraan transformatif antara perusahaan swasta, perempuan wirausaha dan perempuan pengusaha, serta pembuat kebijakan untuk mendorong perubahan sosial. Hal ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi perempuan, tetapi juga kepada masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan.”

    Uni Eropa dan UN Women saat ini sedang bekerja sama melaksanakan program pemberdayaan ekonomi perempuan di Amerika Latin dan Karibia, serta G7, yaitu: program Win-Win – Gender Equality Means Good Business dan WeEmpower – Promoting Economic Empowerment of Women at Work through Responsible Business Conduct.

    Program-program tersebut dan WeEmpower Asia yang diluncurkan hari ini merupakan komitmen nyata Uni Eropa untuk mencapai kesetaraan gender, serta respon atas pergerakan global yang mengajak perusahaan, pemasok, dan pelanggan untuk bekerja sama dalam memperkuat partisipasi dan suara perempuan di tempat kerja.

    Baca berita tentang Hari Wanita Sedunia lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.