Survei BI: Konsumen Bersiap Harga Naik Menjelang Bulan Puasa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar tradisional. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pasar tradisional. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia atau BI pada Februari 2019 menunjukkan optimisme konsumen tetap terjaga. Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada pada level optimis atau di atas 100, yaitu sebesar 125,1.

    Baca: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah dan IHSG Melemah

    Angka itu, kata Onny, menunjukkan relatif stabil dibandingkan dengan 125,5 pada bulan sebelumnya. "Optimisme konsumen tetap terjaga ditopang oleh meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dan tetap kuatnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Maret 2019.

    Onny mengatakan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi atau IEK meningkat didukung oleh optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan pada enam bulan mendatang. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi atau IKE saat ini tetap berada pada level optimis, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

    Menurut Onny, hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga diperkirakan meningkat dalam tiga bulan mendatang atau pada Mei 2019. "Perkiraan konsumen terhadap perkembangan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa saat bulan puasa dan menjelang Idul Fitri," ujarnya.

    Baca: BI: Februari Deflasi Karena Harga Pangan dan BBM Nonsubsidi Turun

    Dalam hasil survei BI itu juga didapat ekspektasi konsumen soal tekanan harga dalam enam bulan mendatang atau Agustus 2019 bakal menurun. Hal itu, didukung oleh persepsi konsumen terhadap terjaganya pasokan barang konsumsi rumah tangga dan normalnya permintaan barang dan jasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.