Keuangan Syariah RI Tertinggal, Darmin: Ada Kendala Sektor Riil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perkembangan keuangan syariah tidak bisa cepat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu kata dia, karena terdapat kendalanya di sektor riil.

    Baca: Dorong Akses Keuangan Syariah, Ma'ruf Amin Bicara Fintech

    "Kendalanya bukan di keuangannya, tapi ada di demand side-nya, yaitu sektor riil, kegiatan ekonomi kita itu sendiri," kata Darmin di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

    Hal itu Darmin sampaikan dalam Milad IAEI Seminar Nasional Manajemen Bisnis Syariah pada Travel Haji dan Umrah. Menurut Darmin, tema acara itu betul-betul salah satu demand side yang seharusnya dilaksanakan dalam waktu panjang.

    Darmin mengatakan manajemen umrah dan haji seharusnya sudah bisa disempurnakan dari waktu ke waktu agar menjadi lebih syariah. Dia mengatakan Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduk beragama Islam.

    Oleh karena itu, orang Indonesia melakukan ibadah haji dan umrah selalu yang tertinggi di dunia. "Tapi begitu masuk ke bagian ekonomi keuangannya, kita mulai tidak berada di nomor satu," ujar Darmin.

    Darmin mengatakan jemaah haji di tanah suci 2018 sebanyak 2,4 juta orang dengan 612.960 atau 25,8 persen berasal dari Arab Saudi sendiri dan 1,75 juta berasal dari luar Saudi. Sedangkan jamaah yang dari Indonesia sebanyak 203 ribu atau 8,57 persen dari total jamaah haji dunia pada 2018.

    Angka itu, menurut Darmin, menunjukkan Indonesia sebagai negara yang jemaah hajinya terbesar dan terbanyak di dunia. Selain itu masih banyak sekali calon jemaah Indonesia yang masuk waiting list untuk ke Arab.

    Calon jamaah haji yang masuk waiting list bisa mencapai 3,4 juta pada 2019 dan diperkirakan 5,2 juta pada tahun 2020. Dengan jumlah jemaah dan calon jemaah haji yang banyak itu, seharusnya perkembangan keuangan syariah bisa lebih dikembangkan. "Namun, kemudian agak belakangan kita mengembangkan dibanding Malaysia," kata Darmin.

    Lebih lanjut Darmin mengatakan saat ini jumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah mencapai 1.013 perusahaan. Adapun jumlah penduduk muslim dunia sebanyak 1,85 miliar jiwa atau 24 persen dari keseluruhan penduduk global.

    Baca: KSEI: Saham Syariah Tidak Hanya Digemari Muslim

    Sedangkan penduduk muslim di Indonesia sebanyak 87 persen dari total penduduk Indonesia atau 13 persen dari penduduk dunia. "Dengan jumlah penduduk muslim sebesar itu, Indonesia benar-benar memiliki pangsa pasar syariah sebetulnya yang berpotensi sekali, bagi seluruh penduduk Islam di dunia sekalipun," kata Darmin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H