Guru SD Papua Curhat, Jokowi Langsung Perintah Menteri BUMN

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersilaturahmi dengan Perempuan Arus Bawah di Istana Negara, Jakarta, 6 Maret 2019. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersilaturahmi dengan Perempuan Arus Bawah di Istana Negara, Jakarta, 6 Maret 2019. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk menyediakan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) kepada pedagang Pasar Mama-mama Jayapura. Perintah Jokowi kepada Rini untuk merespons permintaan seorang guru SD di Kabupaten Jayapura.

    BACA:Pimpin Sidang Kabinet, Jokowi Bahas Rencana Kerja 2020

    "Di sini ada Menteri BUMN, kirim itu PNM (PT Permodalan Nasional Madani) program Mekaar ke Pasar Mama-mama. Ini perintah Bu. Harus cepat ini. Besok pasti sudah langsung ke sana," kata Jokowi dalam acara silaturahmi dengan Perempuan Arus Bawah di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

    Saat berdialog dengan Jokowi, guru SD bernama Doliana Yakadewa memuji pemerintahan Jokowi yang membenahi Pasar Mama-mama dalam waktu empat pekan. Sebab, tuntutan pembenahan pasar tersebut sudah dilakukan selama 13 tahun. Doliana menyampaikan terima kasih karena pedagang kini dapat berjualan di tempat yang layak. Mereka juga tidak perlu menjajakan barang dagangan mereka di atas karung yang digelar di jalan.

    BACA: BPN Prabowo Nilai Kartu Prakerja Jokowi Cuma Tambah Utang Negara

    Namun, Doliana mengatakan bahwa ada 635 pedagang yang butuh modal tambahan. Ia berharap Jokowi bisa membantu permodalan para pedagang Pasar Mama-mama.

    Selain meminta bantuan modal, Doliana juga meminta dibuatkan rumah aman bagi korban kekerasan. Ia meminta Jokowi membangun rumah tersebut di Kota Jayapura dan Manokwari. Sebab, kata dia, masih ada perlakuan tidak adil, khususnya pada perempuan. "Berarti di Papua dan Papua Barat. Oke. Gampang kalau itu," kata Jokowi menjawab permintaan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.