BPH Migas : 18 Lokasi Jaringan Gas Dibangun Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang santri berada di samping meteran gas jaringan gas bumi rumah tangga di sekitar Pondok Pesantren As-Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 8 Januari 2019. ANTARA

    Seorang santri berada di samping meteran gas jaringan gas bumi rumah tangga di sekitar Pondok Pesantren As-Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 8 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan bahwa tahun ini bakal ada 18 lokasi pembangunan infrastruktur jaringan gas (jargas) baru. Jaringan gas kota ini menjadi sumber  energi yang murah dan menjadi alternatif dari gas Elpiji.

    BACA: Pertamina dan Petronas Kerja Sama Kembangkan Bisnis Migas

    "Menurut data Ditjen Migas, ada 10 lokasi pembangunan baru dan delapan lokasi yang sudah ada jaringan gasnya tetapi dikembangkan kembali, sehingga totalnya untuk tahun ini ada 18 lokasi ," kata Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas Jakarta, Selasa 5 Maret 2019.

    Jugi merinci 10 lokasi pembangunan baru jargas terdapat di Kota Dumai, Kabupaten Cirebon, Karawang, Purwakarta, Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, dan Banggai. Sedangkan delapan lokasi yang sudah terdapat jargas namun dikembangkan kembali adalah Kabupaten  Aceh Utara, Wajo, Mojokerto serta Kota Jambi, Depok, Bekasi, Palembang, dan Mojokerto.

    Hingga kini, pembangunan jargas telah menyentuh 52 kabupaten/kota. Perinciannya, 45 wilayah direalisasikan sepanjang 2018 dan tujuh wilayah tambahan direalisasikan pada Februari 2019.

    Dalam kesempatan sama, Kepala Seksi Akun Pengaturan dan Tarif BPH Migas Irawan Bayu Kusuma menyebutkan target pelanggan yang bertambah dari pembangunan jargas di 18 lokasi tersebut sebanyak 78.216 sambungan rumah tangga (SR) pada tahun ini.  "Sekarang ini ada sekitar 325 ribu SR, ditambah lagi untuk 2019 kurang lebih sekitar 80-100 ribu SR jadi bisa 425 ribu,” kata dia. 

    BPH Migas mencatat, selama 2018,  penggunaan energi alternatif gas pipa melalui jaringan gas (jargas) mampu menghemat biaya impor gas Elpiji sebanyak 2.831 ton atau senilai Rp18,08 miliar per bulan. Penghematan anggaran tercapai karena penggunaan gas pipa sebagai pengganti gas Elpiji tabung.

    Pada 2018, impor Elpiji tercatat mencapai 5 juta ton atau sekitar 60 persen dari kebutuhan nasional. Sementara yang mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri hanya 2 juta ton. Karena itu, BPH Migas berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur jargas yang masif baik dari pendanaan APBN maupun partisipasi dari badan usaha untuk menambah jumlah jaringan yang ada saat ini. 

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.