4 Bulan di Indonesia, Jaringan Hotel OYO Menggandeng 360 Hotel

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Mataram - Hadir di Indonesia selama empat bulan terakhir, jaringan hotel baru OYO telah berhasil menggandeng 360 hotel yang memiliki 11.000 kamar di 40 kota se Indonesia. Saat ini, OYO yang telah beroperasi di lebih dari 500 kota di India, Cina, Malaysia, Nepal, Inggris, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Filipina, Indonesia, dan Jepang.

    BACA: Manager Hotel Sotis Tanggapi Ancaman Gubernur Viktor Laiskodat

    Mengoperasikan 515.000 kamar secara global per Januari 2019, OYO telah menambahkan lebih banyak kamar dibandingkan dengan gabungan tiga jaringan hotel teratas di dunia. Saat ini, tercatat lebih dari 340 pemilik properti telah bergabung dengan OYO, dengan jumlah hotel yang dikelola mencapai lebih dari 360 hotel dengan 11.000 kamar eksklusif yang tersebar di 40 kota di Indonesia.

    Angka ini menunjukkan pertumbuhan 10 kali lipat hanya dalam kurun waktu 4 bulan sejak OYO beroperasi di Indonesia. Dari 360 properti tersebut, lebih dari 260 hotel telah beroperasi, sementara lainnya dalam tahap transformasi. Pemilik properti mengaku bahwa secara rata - rata tingkat penghunian hotel mengalami kenaikan mencapai 75 persen sejak bergabung bersama jaringan OYO.

    BACA: Gubernur NTT Ancam Tutup Hotel Milik Anggota DPR

    Melalui rilisnya, Country Head, OYO Hotels & Homes Indonesia Rishabh Gupta, menjelaskan bahwa OYO berkomitmen serius dalam memberdayakan pemilik hotel lokal. Kini, OYO telah menjadi pilihan utama bagi para pemilik properti di Indonesia diantara jaringan hotel serupa lainnya. Selain memberikan teknologi yang mudah digunakan (user-friendly technology), senantiasa menjalin kerja sama yang erat dengan para mitra. "Memberikan mereka fasilitas dan pendampingan dalam pengelolaan property,’’ katanya.

    Mulai dari pelatihan staf hingga pengawasan operasional hotel secara rutin. Solusi menyeluruh ini memastikan para mitra pemilik properti dapat memberikan pengalaman menginap dengan kualitas yang terjamin dan terstandarisasi bagi para tamu, sehingga mampu mendapatkan rating ulasan yang lebih tinggi di berbagai situs.”

    Segala hal yang berkaitan dengan properti mereka dapat dengan mudah dipantau dan dikelola melalui aplikasi OYO. Selain itu, sistem back-end OYO yang kuat dapat memastikan pelaporan rutin yang transparan dan pembayaran tepat waktu setiap 15 hingga 30 hari. ‘’Guna mempermudah para pemilik properti mengatur manajemen cash-flow mereka,” ujar Rishabh.

    OYO telah menerima tanggapan yang sangat baik dari para pemilik properti yang telah bergabung bersama jaringan OYO, terutama dalam hal meningkatkan okupansi kamar dan membuat operasional bisnis menjadi lebih efisien.

    Rishabh menjelaskan saat ini lebih dari 65 persen hotel yang tergabung dalam jaringan OYO telah mendapat rating kepuasan pelanggan 8+ di Booking.com, lebih tinggi dibandingkan kondisi pada umumnya, dimana baru 30 persen dari total keseluruhan hotel di industri perhotelan di Indonesia yang mendapat peringkat serupa. Kualitas eksekusi dan operasional lokal kami dikelola oleh tim lapangan yang sangat kompeten.

    "Saat ini, kami memiliki lebih dari 750 talenta lokal Indonesia yang kompeten, dan 100 diantaranya merupakan bagian dari tim engineer khusus yang mampu melakukan transformasi hotel dalam kurun waktu 3-20 hari. Mereka memiliki pemahaman dan keahlian yang luar biasa dalam industri hospitality Indonesia. Dengan total investasi US$ 100 juta, kami berharap dapat memperluas kehadiran kami di 100 kota di Indonesia pada akhir 2019. ”

    OYO Hotels, jaringan perhotelan terbesar di dunia yang telah beroperasi di lebih dari 500 kota di India, Cina, Malaysia, Nepal, UK, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Jaringan unit OYO tersebar di berbagai kota metro, pusat bisnis regional, destinasi wisata serta kota-kota ziarah. Bisnis OYO didukung oleh investor ternama, antara lain Softbank Group, Greenoak Capital, Sequoia India, Lightspeed India, Hero Enterprise dan China Lodging Group. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?