Jokowi Bentuk Tim Independen, Harga Gula Bakal Naik?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berjalan bersama para petani tebu setelah acara silaturahmi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi berjalan bersama para petani tebu setelah acara silaturahmi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo berencana membentuk tim independen untuk memutuskan kenaikan Harga Patokan Petani (HPP) gula. Tim independen bentukan Jokowi itu akan terdiri dari akademisi, peneliti, dan petani tebu.

    BACA: Peternak Ayam Unjuk Rasa ke Jokowi, Mengaku Rugi Rp 2 Triliun

    "Intinya bagaimana kita membuat petani untung tapi konsumen tidak terbebani,” ujar Menteri Amran di di Istana Negara seusai mendampingi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Selasa 5 Maret 2019.

    Amran mengatakan telah membahas beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan konsumen dengan petani tebu. Namun Amran enggan menyebutkan usulan kenaikan HPP gula. "Tunggu tanggal mainnya. Kita akan sampaikan pada waktu yang tepat,” kata dia.

    Harga gula di tingkat petani saat ini senilai Rp9.700/kg. Hal ini ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan No. 885/M-DAG/SD/8/2017 Tentang Pembelian dan Penjualan Gula oleh Bulog.

    Menurut Amran, pembahasan tentang kenaikan HPP gula itu tersebut akan mulai di bahas pada Maret tahun ini. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga berjanji untuk menaikkan HPP gula dari harga saat ini Rp9.700/kg. “Intinya, semangatnya kita naikkan. Berapanya belum diputuskan. Harga minta naik ke Rp10.500,” kata dia. 

    BISNIS.COM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.