IHSG Ditutup Melemah Seiring Terkoreksinya Bursa Asia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, 5 Maret 2019, ditutup melemah seiring terkoreksinya bursa saham Asia.

    Baca juga: IHSG Ikut Terkoreksi Akibat Penurunan Target Ekonomi Cina

    IHSG ditutup melemah sebesar 47,14 poin atau 0,73 persen menjadi 6.441,28. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 10,05 poin atau 0,99 persen menjadi 1.007,79.

    "Sentimen hari ini karena kekhawatiran pelemahan ekonomi Cina berlanjut. Jadi bursa Asia, termasuk Indonesia, melemah bersamaan. Memang Indonesia paling lemah hari ini," kata Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Selasa.

    Dibuka melemah, IHSG hari ini berada di zona merah sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp 1,17 triliun.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 439.189 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,6 miliar lembar saham senilai Rp9,43 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 274 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.

    Selain IHSG, bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 95,76 poin (0,44 persen) ke 21.726,28, Indeks Hang Seng menguat 2,01 poin (0,01 persen) ke 28.961,6, dan Indeks Straits Times melemah 17,01 poin (0,52 persen) ke posisi 3.234,07.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.