5 Tips Berburu Tiket Kereta untuk Mudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKereta api masih menjadi moda transportasi favorit untuk angkutan mudik Lebaran, tahun demi tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan lonjakan jumlah calon pemudik yang membeli tiket kereta api menjelang hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 5 Juni 2019 mendatang. 

    Baca: Kereta Tambahan Lebaran Mayoritas Kelas Eksekutif dan Bisnis

    Kepala Humas Daop I PT Kereta Api Indonesia Edy Kuswoyo mengatakan, hingga Senin, 4 Maret 2019, total jumlah pemesan tiket kereta dari dua stasiun jarak jauh di Jakarta tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencapai belasan ribu orang. “H-3 Lebaran, ada 7.948 pemesan tiket dari Stasiun Gambir dan 12.377 pemesan dari Stasiun Pasar Senen,” ujar Edy dalam pesan pendeknya kepada Tempo pada Senin petang, 4 Maret 2019.  

    Menurut penelusuran Tempo di laman resmi KAI, sejumlah tiket kelas ekonomi dan bisnis tujuan Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota kecil seperti Kutoarjo telah ludes hingga H-2 Lebaran. Begitu juga di beberapa online travel agent (OTA), seperti Traveloka, Pegipegi, dan tiket.com.  

    Edy mengatakan masih ada waktu memburu tiket kereta untuk H-1 Lebaran dan hari H Lebaran pada Rabu dan Kamis dini hari nanti. Ia lantas membagikan sejumlah tip bagi pemudik yang hendak berburu tiket kereta api.

    Berikut ini tips yang sebaiknya diperhatikan para calon pemudik yang ingin berburu tiket kereta untuk mudik.  

    1. Memastikan koneksi Internet stabil selama proses pencarian tiket. 

    Untuk kepentingan berburu tiket mudik dengan kereta api setahun sekali, calon pemudik disarankan mempersiapkan perangkat telepon seluler ataupun komputer dengan jaringan internet yang cepat dan stabil. Sebab, detik demi detik perburuan tiket akan sangat menentukan. Edy mengingatkan, jangan sampai calon pemudik gagal mendapat tiket hanya karena koneksi internet yang tak memadai.

    2. Calon pemudik jangan bergantung pada satu aplikasi pembelian tiket kereta.

    Edy menyebutkan berburu tiket kereta untuk musim lebaran berarti harus bersiap berjibaku dengan belasan ribu calon pemudik lainnya. Dengan bersiap membuka sejumlah aplikasi secara bersamaan, diharapkan probabilitas mendapat tiket bisa lebih besar. ""Bila tidak mendapat tiket kereta api di hari yang diinginkan, calon pemudik bisa mengubah rencana keberangkatan pada hari lain," katanya.

    3. Calon pemudik disarankan tak langsung menyerbu situs pada menit-menit pertama tiket dijual.

    Hal ini, menurut Edy, karena traffic atau lalu lintas laman akan sangat penuh pada menit-menit pertama tiket dirilis, yakni pukul 00.00. Calon pemudik disarankan melakukan pemesanan tiket beberapa menit setelah pukul 00.00.  

    4. Segera selesaikan transaksi pembayaran jika calon pembeli berhasil mengklik pemesanan tiket. 

    Edy menyarankan kepada calon pemudik untuk segera menyelesaikan transaksi pembayaran jika sudah berhasil memesan tiket. “Sebab ada pelanggan berhasil memesan tiket pada menit-menit awal, tapi tidak segera melakukan pembayaran dan tiket hangus tersebut hangus,” ucapnya.  

    Baca: Tiket Kereta Lokal Kini Bisa Dibeli Lewat Aplikasi KAI Access

    5. Jika belum berhasil, calon pemudik bisa memantau pembatalan tiket lewat contact center.

    Bagi calon pemudik yang belum berhasil memperoleh tiket kereta api disarankan selalu memantau pembatalan tiket melalui contact center. Jika ada pembeli yang terlewat belum membayar, tiket tersebut akan muncul kembali pada laman pemesanan.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?