Luhut Pandjaitan, Sertifikat Tanah Gratis, dan Sakit Hati Jokowi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja menghadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan, Sumatra Utara, Sabtu malam, 29 Desember 2018. Presiden Jokowi tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA

    Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja menghadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan, Sumatra Utara, Sabtu malam, 29 Desember 2018. Presiden Jokowi tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA

    TEMPO.CO, Tembilahan - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyerahkan 17 ribu sertifikat hak atas tanah secara gratis kepada masyarakat dalam agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Senin, 4 Maret 2019.

    Baca juga: Respons Jokowi soal Lahan, Kubu Prabowo Sebut Sejumlah Nama Ini

    "Mewakili Bapak Presiden Joko Widodo yang belum sempat hadir, saya menyerahkan sertifikat tanah ini secara langsung kepada masyarakat," ucapnya.

    Luhut mengatakan, program bagi-bagi sertifikat tanah gratis tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman sakit hati yang berkaitan dengan sengketa tanah yang dialami Bapak Jokowi semasa kecil.

    "Untuk itulah program sertifikat tanah gratis ini dibentuk agar masyarakat memiliki legalitas atas tanahnya dan tidak dapat disengketakan," tuturnya.

    Penyerahan sertifikat ini juga merupakan upaya percepatan dari target dari 126 juta hektare bidang tanah agar bersertifikat pada 2024.

    Luhut menyebutkan, progres penyerahan sertifikat gratis ini akan terus dilanjutkan karena berkaitan langsung dengan masyarakat.

    Luhut bersama rombongan tiba di Tembilahan, Ibukota Indragiri Hilir, pukul 09.40 WIB di halaman Kantor Bupati Inhil. Selanjutnya, menuju Lapangan Upacara Gadjah Mada untuk menyampaikan materi industri perkelapaan.

    Kedatangan Luhut yang didampingi Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution disambut ribuan masyarakat dari Forkopimda dan siswa-siswi di Kabupaten Inhil.

    Sesuai agenda di Ibukota Kabupaten Inhil, Menko Luhut juga memberikan ceramah materi industri perkelapaan. Berdasarkan instruksi Presiden Jokowi Widodo, Luhut memerintahkan agar industri hilir kelapa di Indragiri Hilir diperbaiki dengan dorongan pemerintah daerah.

    "Contohnya air kelapa, ini bisa kembangkan seperti di Amerika. Inhil harus bisa karena memiliki potensi yang besar," ujarnya.

    Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melestarikan kehebatan Inhil yang memiliki mangrove terluas di Riau.

    "Jangan sekali-kali ditebang karena ini menjadi sumbangan karbon untuk alam kita. Potensi ini juga bisa kita jual dan dikembangkan untuk budidaya kepiting," katanya.

    Sementara, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan memaparkan potensi yang ada di Kabupaten Inhil mulai dari potensi perikanan, hingga perkebunan.

    Dia mengatakan, meski saat ini Kabupaten Inhil dihadapkan dengan masalah anjloknya harga jual kelapa, masih ada nikmat dari potensi kelautan yang saat ini bisa dirasakan.

    "Seperti potensi siput yang kita kenal dengan nama 'cincinot' yang Alhamdulillah masih bisa kita nikmati meksi harga kelapa di Inhil sedang anjlok," tutur Bupati.

    Baca berita  Luhut Pandjaitan lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.