Mandiri Layani Transaksi Penerimaan Pembayaran Balai Besar Industri Agro

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gedung Bank Mandiri, Surakarta, Jawa Tengah.

    Ilustrasi Gedung Bank Mandiri, Surakarta, Jawa Tengah.

    INFO BISNIS - Bank Mandiri bekerja sama dengan Balai Besar Industri Agro dalam penggunaan fitur Mandiri Bill Payment. Dengan memanfaatkan fitur ini, masyarakat bisa melakukan pembayaran dengan mudah dan nyaman atas jasa sertifikasi yang diberikan Balai Besar Industri Agro di 2.633 jaringan cabangnya.

    Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Kepala Balai Besar Industri Agro Sonny Sulaksono dan Senior Vice President Transaction Banking Wholesale Sales Bank Mandiri Tri Nugroho di kantor Balai Besar Industri Agro, Paledang, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 21 Februari 2019.

    Menurut Tri, kerja sama ini akan membantu Balai Besar Industri Agro meningkatkan efisiensi dalam proses pencatatan transaksi keuangan karena adanya integrasi sistem kedua lembaga. “Hasilnya, proses rekonsiliasi dapat dilakukan secara cepat, sehingga Balai Besar Industri Agro pun dapat mengoptimalisasi sumber daya keuangan mereka,” katanya.

    Balai Besar Industri Agro memiliki empat buah jasa sertifikasi, yakni Sertikasi Produk, Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Lembaga Sertifikasi HACCP, serta Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO dengan 12 ribu pelanggan. “Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat, baik dari Bank Mandiri maupun Balai Besar Industri Agro, untuk terus memberikan nilai tambah bagi kemajuan sektor perindustrian di Indonesia,” ujarnya.

    Tri melanjutkan, Bank Mandiri memiliki inovasi layanan pembayaran yang lengkap dan dapat meningkatkan kualitas proses bisnis di berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia. Hingga akhir Desember 2018, Layanan Mandiri Cash Management Bank Mandiri tercatat telah dimanfaatkan lebih dari 25 ribu nasabah badan usaha dengan 183 juta transaksi, tumbuh 52 persen dari tahun sebelumnya. Adapun nilai transaksi Mandiri Cash Management yang dibukukan mencapai lebih dari Rp 7.000 triliun. “Strategi ini sejalan dengan strategi kami mendorong penguatan di bisnis transaksional dengan memanfaatkan basis nasabah korporasi yang ada,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.