Jumlah Penumpang Pesawat Turun, Menhub Sebut Karena 2 Faktor Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention  Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Indo trans Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta. 17 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Turunnya jumlah penumpang pesawat dalam beberapa bulan terakhir ditanggapi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurut dia, penurunan jumlah penumpang bisa karena kenaikan harga tiket maskapai ataupun memang belakangan ini adalah low season.

    Baca: Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Domestik Turun 1,45 Juta Orang

    "Ini adalah suatu kumulatif dari kondisi itu," ujar Budi Karya di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Banten, Ahad, 3 Maret 2019.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penerbangan domestik mengalami penurunan hingga 1,45 juta orang. Jika pada Oktober 2018, jumlah penerbangan mencapai 8,11 juta, maka angkanya terus menurun hingga 7,93 juta pada Desember 2018 dan 6,66 juta pada Januari 2019.

    "Khusus untuk Januari ini, terjadi karena ada penundaan penerbangan, itu sempat terjadi," kata Deputi Kepala BPS Yunita Rustanti dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019.

    Adapun sepanjang 2018 ini, jumlah tertinggi terjadi pada Juli 2019 dengan 8,96 juta orang dan terendah pada Februari 2018 dengan 6,91 juta orang. Dari data BPS sepanjang Januari 2019, penerbangan domestik mengalami penurunan sebesar 16,07 persen (month-to-month/mtm) dan 12,55 persen (year-on-year/yoy).

    Selain itu, Yunita juga menyebut penurunan jumlah penerbangan domestik juga terjadi karena adanya kebijakan bagasi berbayar, pengaruh harga kenaikan tiket pesawat, dan nilai tukar dollar Amerika Serikat yang turun.

    Lebih lanjut Budi Karya mengatakan Kementerian Perhubungan sebagai otoritas selalu berdiskusi dengan asosiasi maskapai penerbangan atau Inaca. Kemenhub selama ini berupaya menjaga keseimbangan operator airline yang sehat dan keterjangkauan harga. Oleh karena itu, harus terus dilakukan dialog dengan berbagai pihak.

    Baca: Penumpang Lion Air Curhat Tak Dapat Tempat Duduk di Pesawat

    Budi Karya juga mengapresiasi ketika sejumlah maskapai penerbangan memberikan diskon harga tiket ke tempat-tempat dan dalam waktu tertentu. "Saya dengar ke Padang Garuda, terus Lion juga kasih diskon, Citilink juga. Artinya bagi mereka yang punya kemampuan terbatas, menggunakan fasilitas yang diskon itu. Bagi yang mampu jgn gunakan itu," ujar dia.

    Simak berita terkait penumpang pesawat lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).