Prabowo Banggakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Selama Orde Baru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan pada era Orde Baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat memuaskan. Ekonomi saat itu bisa tumbuh 6, 7, dan 8 persen per tahun selama 25 tahun.

    Baca: Prabowo Ungkit Lagi Kebocoran Anggaran Rp 1.000 Triliun

    Saat itu, menurut Prabowo, Indonesia menjadi anak emas dari Barat dan menjadi "The Darling of Wolrd Bank". "Dari 32 tahun Orde Baru bisa dikatakan, 20 sampai 25 tahun pertama ada suatu keberhasilan untuk rakyat dan negara," ujar Prabowo, Ahad, 3 Maret 2019.

    Pada era Orde Baru itu pula, kata Prabowo, banyak anak muda muslim bisa berkarya dan berbakti di lembaga institusi yang cukup berpengaruh. "Pada era Orde Barulah yang memungkinkan banyak sekali peranan dari anak-anak muda muslim untuk berkarya untuk berkhidmat dan berbakti di berbagai lembaga institusi yang cukup berpengaruh," ucapnya.

    Prabowo mencontohkan, di masa Orde Baru, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dibentuk sebagai wadah bagi anak muda muslim untuk berkarya bagi bangsa. Selain itu, dia menjelaskan bahwa pada era Orde Baru tercapai produksi di segala bidang yang meningkat, bahkan terwujud swasembada pangan, air dan energi.

    "Pada era Orba, pesawat terbang buatan putra-putri Indonesia bisa terwujud. Padahal, dahulu kita bangsa yang dihina, Belanda bilang jangankan merdeka, membuat peniti saja kita tidak bisa," ujar Prabowo.

    Pemerintah berhasil membalik arah perekonomian di pertengahan 2015. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebelumnya menyebutkan perbaikan pertumbuhan bukan kebetulan tapi karena respons kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan tepat waktu. Pemerintah berhasil membalik arah perekonomian di pertengahan 2015.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebelumnya menyebutkan perbaikan pertumbuhan bukan kebetulan tapi karena respons kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan tepat waktu. 

    Di awal pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, pada akhir 2014 pertumbuhan ekonomi melambat melanjutkan tren penurunan sejak 2011. Per kuartal keempat 2015, ekonomi mulai bangkit dengan tumbuh 4,74 persen dan sampai kuartal ketiga 2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen. 

    Baca: Prabowo Sebut 25 Persen Anggaran Bocor, Ini Kata BPK

    Dampak pertumbuhan ekonomi terlihat dari penurunan angka kemiskinan dan rasio gini. Tingkat kemiskinan pada September 2014 sebesar 11 persen dan turun menjadi 9,8 persen pada Maret 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.