Meski Hujan, Sri Mulyani Tetap Kampanye Pelaporan SPT Pajak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan National Export Dashboard (NED) Indonesia Eximbank di Indonesia Eximbank Prosperity Tower, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Foto dokumen Eximbank

    Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan National Export Dashboard (NED) Indonesia Eximbank di Indonesia Eximbank Prosperity Tower, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Foto dokumen Eximbank

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan tidak menyurutkan semangat Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya dalam melaksanakan sosialisasi pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2018 dalam acara Spectaxcular 2019 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad, 3 Maret 2019.

    Baca juga: Sri Mulyani Imbau Wajib Pajak Tak Lagi Mepet Lapor SPT

    "Ini adalah bentuk semangat dari jajaran pajak, meski hujan, Ditjen Pajak tetap melakukan acara dalam rangka memotivasi dan mendidik masyarakat untuk melapor pajak, itu adalah tugas mulia, kalian hebat dan saya salut," ujar Sri Mulyani di lokasi acara.

    Acara dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melakukan senam zumba. Mulanya, cuaca masih mendung dan belum turun hujan. Sri Mulyani dan jajarannya kompak mengenakan pakaian olah raga berupa kaos bertema acara tersebut dan topi berwarna biru.

    Hujan mulai turun rintik-rintik di akhir acara senam, sekitar pukul 07.00 WIB. Seiring berjalannya acara, hujan semakin deras mengguyur lokasi perhelatan. Dalam kegiatan itu, Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan berkesempatan menyampaikan sambutan dan arahan kepada para peserta.

    Robert Pakpahan menyebut antusiasme masyarakat dalam melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak terus membaik dari tahun ke tahun. Hingga Sabtu, 2 Maret 2019, ia mencatat sudah ada 3,2 juta SPT untuk tahun pajak 2018 yang disampaikan oleh masyarakat.

    Sri Mulyani mengimbau masyarakat melapor Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Anggaran 2018 sedini mungkin. "Jangan sampai menunggu pada minggu terakhir, hari terakhir, bahkan jam terakhir," kata dia.

    Tahun lalu, ujar Sri Mulyani, masih ada masyarakat yang melapor pada jam-jam terakhir pelaporan SPT Tahunan. Akibatnya, pelapor terkadang panik lantaran harus mengisi laporan itu sambil berkejaran dengan waktu. "Itu menyebabkan suasana dari wajib pajak menjadi enggak nyaman," ujar Sri Mulyani. 

    Ia mengatakan Direktorat Jenderal Pajak terus mencoba memperbaiki pelayanan dan akan terus membuka layanan itu hingga jam terakhir pelaporan. Walau demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk melapor sedini mungkin. "Bahkan Februari lalu kan sudah bisa."

    Menurut Sri Mulyani, saat ini jajarannya sudah menyediakan berbagai layanan yang bisa memudahkan masyarakat melapor pajak. Salah satunya adalah sistem pelaporan pajak secara online melalui e-Filling dan pembayaran pajak melalui Anjungan Tunai Mandiri alias ATM, melalui e-Billing.

    "Ini dua hal yang kami harap bisa memudahkan masyarakat, karena masyarakat sangat lekat dengan gadgetnya, karena itu pelaporan melalui e-Filling akan mampu memberi kemudahan bagi masyarakat melaksanakan kewajibannya secara efisien, tepat waktu, dan mengurangi beban-beban administrasi," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.