BI Jelaskan Penyebab Inflasi Inti per Februari 2019 Melambat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Indonesia (BI). TEMPO/Subekti

    Bank Indonesia (BI). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI mencatat inflasi inti melambat pada Februari 2019. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal mengatakan inflasi ini tercatat sebesar 0,26 persen secara month to month (mtm) pada Februari.

    Baca: Tarif Ojek Online Naik, Ekonom: Inflasi Bisa 4,5 Persen Lebih

    "Inflasi ini tercatat melambat dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yang mencapai 0,30 persen secara month to month," kata Agusman seperti dilansir dalam keterangan resmi Bank Indonesia yang dikutip pada Sabtu, 2 Maret 2019.

    Sebelumnya pada Badan Pusat Statistik atau BPS juga telah mengumumkan bahwa pada sepanpang Februari 2019 telah terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Dengan adanya deflasi ini, membuat angka inflasi secara tahun kaleder atau year to date menjadi 0,24 persen. Sedangkan angka inflasi tahunan berada pada angka 2,57 persen.

    Agusman menjelaskan, komoditas yang menyumbang inflasi kelompok inti adalah tarif sewa rumah, tarif kontrak rumah, nasi dengan lauk, emas perhiasan, mobil, dan upah pembantu rumah tangga. Adapun, secara tahunan, inflasi inti tercatat tidak berubah dibandingkan dengan perkembangan Januari 2019 yakni sebesar 3,06 persen (year on year).

    Dengan terjadinya deflasi pada tahun ini, inflasi untuk kelompok administered priced juga tercatat tetap rendah. Inflasi pada kelompok ini tercatat sebesar 0,06 persen month to month atau menurun jika dibandingkan pada Januari yang mencapai angka o,12 persen. "Inflasi kelompok administered prices terutama bersumber dari tarif angkutan udara, tarif kereta api dan rokok kretek filter," kata Agusman.

    Menurut Agusman, secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 3,38 persen (yoy). Angka ini tercatat tidak banyak berbeda dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang sebesar 3,39 persen.

    Selain itu, BI mencatat, deflasi pada Februari ini mengakibatkan harga kelompok volatile food mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Tercatat pada Januari volatile food mengalami inflasi hingga 0,97 persen dan pada Februari terjadi deflasi sebesar 1,30 persen. 

    Baca: Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Istana: Ada Tiga Indikator

    Deflasi juga sesuai dengan pola musiman, namun lebih dalam dari rerata deflasi bulan Februari selama empat tahun terakhir sebesar 0,66 persen (mtm). 

    Simak berita terkait inflasi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?