Ke Surabaya Naik Pesawat atau Lewat Trans Jawa? Ini Hitungannya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS menilai keberadaan Tol Trans Jawa menjadi salah satu penyebab tren menurunnya jumlah penumpang pesawat dalam beberapa bulan terakhir. Di saat yang bersamaan, jumlah penumpang pesawat juga ikut menurun karena terpengaruh kebijakan bagasi berbayar dan kenaikan harga tiket pesawat.

    "Secara umum ada peralihan, apalagi dengan adanya jalan tol langsung dari Jakarta ke Surabaya, ini membuka peluang masyarakat beralih," kata kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rustanti dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019.

    Meski begitu, BPS belum mengantongi data berapa besar peningkatan jumlah kendaraan yang melewati Tol Trans Jawa dalam beberapa bulan terakhir. BPS hanya menyampaikan bahwa di sisi penerbangan domestik sepanjang Januari 2019, terjadi penurunan sebesar 16,07 persen (month-to-month/mtm) dan 12,55 persen (year-on-year/yoy).

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya telah meresmikan empat ruas jalan tol di Jawa Timur pada 20 Desember 2018. Dengan demikian, Tol Trans Jawa yang membentang sepanjang 741 kilometer dari Merak, Banten hingga Pasuruan, Jawa Timur, pun resmi tersambung.

    Lalu bagaimana perbandingan biaya antara kendaraan roda empat yang melewati Tol Trans Jawa dan pesawat?

    Usai diresmikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan oeprator pun telah menetapkan tarif untuk masing-masing ruas tol. Secara total, tarif tol dari Merak ke Pasuruan mencapai Rp 616.500. Sementara khusus untuk rute Jakarta menuju Surabaya misalnya, tarif tol mencapai Rp 512.500.

    Tapi sebulan sebelum itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah lebih dulu melakukan perbandingan biaya mudik bagi satu keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga dari Jakarta ke Surabaya, menggunakan mobil pribadi dan pesawat komersil.

    "Kalau naik pesawat Jakarta ke Surabaya itu 680 kilometer. Kira-kira kalau pakai mobil pribadi dengan jarak perjalanan darat sekitar 800 kilometer (Jakarta-Surabaya) mungkin 70 liter," kata Rini saat meninjau Jembatan Kali Kenteng, Salatiga, Jawa Tengah, Senin, 12 November 2018. Maka jika menggunakan bensin pertamax Rp 10 ribu per liter, Rini menyebut biaya untuk bensin saja menjadi Rp 700 ribu untuk satu mobil.

    Biaya tersebut, kata Rini, akan jauh lebih murah dibandingkan membeli lima tiket pesawat untuk satu keluarga di musim puncak permintaan (peak season) seperti saat Lebaran. Lalu jika ditambah dengan biaya tol Jakarta - Surabaya sebesar Rp 512.500, maka totalnya menjadi Rp 1.212.500 untuk lima orang anggota keluarga, setara Rp 240 ribu untuk satu orang.

    Usai peresmian Tol Trans Jawa oleh Jokowi, Tempo juga sempat menghitung bahwa tiket pesawat Jakarta - Surabaya saat itu dibanderol seharga Rp 741 ribu untuk maskapai Lion Air. Sementara untuk keberangkatan bulan ini, semisal 11 Maret 2019, harga tiket termurah adalah Lion Air yaitu Rp 950 ribu per orang. Sementara tiket Garuda Indonesia dijual seharga Rp 1,6 juta per orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.