Menteri Rini Targetkan BUMN Cetak Laba Rp 200 Triliun di 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo saat mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarno mengunjungi IRC Pamarican, Rabu, 27 Februari 2019.

    Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo saat mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarno mengunjungi IRC Pamarican, Rabu, 27 Februari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perseroan pelat merah yang berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan mampu mencetak laba Rp200 triliun pada tahun ini atau tumbuh 6,38 persen dari prognosis realisasi 2018. 

    Simak: 2 BUMN Ini Persilakan Pesaing Pertamina Ikut Menjual Avtur

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengatakan keuntungan atau laba yang dikantongi seluruh perseroan pelat merah mencapai Rp155 triliun pada 2015. Jumlah itu menurutnya terus naik menjadi sekitar Rp188 triliun menurut prognosis laporan keuangan 2018 yang belum diaudit.

    “Tahun ini kami targetkan Rp200 triliun,” ujarnya di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

    Berdasarkan data prognosis kinerja keuangan yang dikutip dari Kementerian BUMN sebelumnya, total pendapatan yang dikantongi perseroan pelat merah mencapai Rp2.339 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 10,45 persen dari Rp2.027 triliun tahun sebelumnya.

    Pendapatan yang dikantongi oleh BUMN terus mengalami pertumbuhan dari periode 2015—2018. Jumlah yang dikantongi tiap periode yakni Rp1.699 triliun pada 2015, Rp1.710 triliun pada 2016, Rp2.027 triliun pada 2017, dan Rp2.339 triliun pada 2018.

    Dari sisi laba bersih, nilai yang dikantongi, menurut prognosis Kementerian BUMN, senilai Rp188 triliun pada 2018. Pencapaian itu tumbuh tipis 1,07 persen dari Rp186 triliun pada 2017.

    Dalam empat tahun terakhir, laba perseroan pelat merah tercatat terus mengalami kenaikan selama rentang 2015-2018. Pencapaian tumbuh dari Rp150 triliun pada 2015, Rp176 triliun pada 2016, Rp186 triliun pada 2017, dan Rp188 triliun pada 2018.

    Rini mengklaim total dividen yang disetorkan oleh BUMN sekitar Rp43 triliun pada 2018. Dengan demikian total setoran kepada kas negara dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen mencapai Rp432 triliun tahun lalu.

    Secara khusus, dalam Rapat Koordinasi BUMN Tahun 2019, yang berlangsung di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019, Rini mengatakan ingin melecut perseroan pelat merah untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Apalagi, ke depan kompetisi makin berat.

    Dia menyebut bahwa sinergi BUMN harus lebih ditingkatkan. Hal itu terutama pembentukan holding perseroan pelat merah.

    "Dengan holding-isasi, kami meyakini efisiensi bisa terjadi sehingga penguatan keuangan akan lebih baik. Selanjutnya, dapat memotong berbagai duplikasi yang sekarang ada,” paparnya.

    Berdasarkan catatan Bisnis, Rini menargetkan sejumlah holding BUMN akan rampung pada 2019. Adapun grup usaha tersebut yakni di bidang perumahan dan kawasan, infrastruktur, asuransi, keuangan, pelabuhan, dan industri strategis.

    Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI) Toto Pranoto menilai target Rp200 triliun yang dibidik BUMN tahun ini cukup menantang. Pasalnya, sepanjang 2017-2018 kinerja seluruh pelat merah naik meskipun tidak cukup signifikan.

    “Untuk itu perlu extra effort mencapai target profit Rp200 triliun,” tuturnya.

    Toto menilai pendapatan BUMN sukar untuk bertumbuh pesat pada tahun ini sejalan dengan periode tahun politik dan tren ekonomi global. Langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi kondisi itu yakni memperbaiki cost structure secara lebih radikal.

    “Jadi, mungkin revenue bisa slow growth namun kalau cost structure bisa dirampingkan atau efisen maka bottom line angkanya bisa ditingkatkan. Artinya, target Rp200 triliun bisa dikejar,” paparnya.

    Dia menambahkan upaya perbaikan cost structure perlu ditempuh untuk BUMN yang memiliki leverage besar seperti PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), dan sejenisnya. 
     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.