Prabowo Sebut Uang WNI di Luar Negeri Rp 11.000 Triliun Lebih

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menerima pemberian dari bocah bernama Jawa Gendis Queen di Regale Covention Center, Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 23 Februari 2019. Siswa kelas tiga sekolah dasar ini juga menyerahkan celengannya yang berisi uang hasil jualannya kepada Prabowo.  facebook.com/indonesiaadilmakmur

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menerima pemberian dari bocah bernama Jawa Gendis Queen di Regale Covention Center, Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 23 Februari 2019. Siswa kelas tiga sekolah dasar ini juga menyerahkan celengannya yang berisi uang hasil jualannya kepada Prabowo. facebook.com/indonesiaadilmakmur

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut lebih dari Rp 11.000 triliun uang Warga Negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri. "Uang Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank, di seluruh bank di dalam negeri jumlahnya Rp 5.400 triliun, berarti dua kali kekayaan Indonesia ada di luar negeri," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara "Prabowo Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri" di Grand Pacific Hall, Sleman, Rabu, 27 Februari 2019.

    Baca: Wiranto Minta Prabowo Tunjuk Elite yang Bakal Bagi-bagi Duit

    Prabowo mengklaim data mengenai uang yang berada di luar negeri itu diakui oleh para menteri Kabinet Kerja. "Kekayaan Bangsa Indonesia tidak tinggal di Republik Indonesia. Kekayaan negara kita mengalir ke luar negeri dan ini diakui oleh menteri-menteri dari kabinet pemerintahan yang sekarang berkuasa," kata dia.

    Dengan demikian, kata dia, selama sekian puluh tahun berlangsung pembangunan, Indonesia tidak memiliki tabungan yang akhirnya menyulitkan masyarakat menikmati kesejahteraan. "Dengan demikian kita harus paham, bagaimana bisa menghadapi tantangan Bangsa Indonesia, kalau kita tidak punya kekuatan ekonomi tidak punya uang," kata Prabowo.

    Dengan alasan itulah, Prabowo mengatakan bersedia maju sebagai capres pada Pemilu 2019 bersama Sandiaga Salahuddin Uno sebagai wakilnya. "Karena itu saya menerima penugasan sebagai capres pada Pemilu 2019," katanya.

    Klaim Prabowo soal dana WNI di luar negeri sudah berulang kali diungkapkan. Dalam debat calon presiden putaran kedua, 17 Februari 2019 lalu, Prabowo mengatakan persoalan utama yang tengah melanda Tanah Air adalah disparitas perekonomian. Dia mengatakan separuh kekayaan bangsa Indonesia hanya dikuasai oleh kurang dari satu persen masyarakat Indonesia.

    Namun pendapat itu dibantah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengenai banyaknya duit orang Indonesia yang diparkir di luar negeri. "Enggak benar. Sekarang dengan adanya tax amnesty kan sudah enggak benar itu, bagaimana caranya parkir uang di luar negeri?" ujar Luhut di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

    Menteri Kabinet Kerja yang dimaksud Prabowo adalah Bambang Brodjonegoro. Pada April 2016, sewaktu menjabat Menteri Keuangan, Bambang mengungkapkan potensi uang WNI di luar negeri mencapai Rp 11.400 triliun dalam konteks program pengampunan pajak (Tax Amnesty).

    "Saya bicara potensinya, melihat potensinya seperti itu. Tadi kan sempat disebut bahwa GDP kita Rp 11 ribu triliun, tepatnya Rp 11.400 triliun. Nah, dari perhitungan kasar kami, potensinya uang Indonesia di luar negeri, maka saya sebut lebih besar dari GDP kita, jadi lebih dari Rp 11.400 triliun (setara US$ 876 miliar dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS)," kata Bambang.

    Angka sebesar itu, menurut Bambang, lantaran praktik semacam ini telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Sehingga jumlah uang yang disimpan di negara-negara tax haven itu pun terus bertambah. Dalam masa kampanye Pilpres 2019 ini, Prabowo kerap melontarkan isu uang tersebut sebagai kritik terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo.

    ANTARA I CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.