Kubu Prabowo Kritik 3 Kartu Sakti Jokowi, TKN: Silakan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi memaparkan visi misinya saat Konvensi Rakyat Jokowi - Amin di Sentul International Convention Center, Bogor, Ahad, 24 Februari 2019.  Kartu tersebut terdiri dari Kartu Sembako Murah dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi memaparkan visi misinya saat Konvensi Rakyat Jokowi - Amin di Sentul International Convention Center, Bogor, Ahad, 24 Februari 2019. Kartu tersebut terdiri dari Kartu Sembako Murah dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Program TKN Jokowi - Ma'ruf Aria Bima menjawab kritikan untuk tiga "kartu sakti" Jokowi yang baru dengan menantang balik agar pihak BPN Prabowo - Sandiaga membuat kritik yang mampu menandingi program tersebut.

    BACA: Soal Tiga Kartu Baru Jokowi, Sri Mulyani: Lebih Akuntabel

    Sebelumnya, pihak BPN Prabowo-Sandiaga menilai ketiga kartu "sakti" dimaksud hanyalah kebijakan populis semata, hanya ganti nama, dan tidak ada sesuatu yang baru.

    Contohnya, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) hanyalah ganti dari BidikMisi, Kartu Sembako Murah hanyalah ganti dari program Beras Sejahtera (Rastra), sedangkan Kartu Pra-Kerja hanyalah lanjutan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan pelatihan bekerja.

    "Enggak apa-apa. Ya, silakan kritik saja. 02 memang harus mengkritik," jelas Aria kepada Bisnis, Selasa, 26 Februari 2019 menanggapi kritik tersebut sembari bergurau.

    BACA: Jokowi Ingin Luncurkan Kartu untuk Pencari Kerja dan Pekerja

    Politisi PDI Perjuangan ini tidak mempermasalahkan kritikan bahwa program kartu sakti Jokowi hanyalah kebijakan populis.

    Tetapi Aria menggarisbawahi bahwa program tersebut sebenarnya juga dibuat untuk menjawab kritik sebelumnya dari pihak oposisi tentang pendidikan, harga sembako, dan lapangan pekerjaan.

    Oleh sebab itu, 3 kartu tersebut dianggap Aria Bima mampu memberikan kepastian pada masyarakat bahwa isu negatif dari kritik tersebut tidak akan terjadi."Katanya sembako sekarang emak-emak kemahalan, ya sekarang kita kasih kartu yang murah," ujar pria kelahiran Semarang, 29 Mei 1965 ini.

    "Katanya emak-emak mahal soal sembako, ya kita kasih sesuatu yang pasti supaya sembako murah," tambah Aria Bima.

    Senada dengan Aria Bima, Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kepastian merupakan kunci.

    "Program [3 kartu sakti baru] Pak Jokowi merupakan pikiran baik, pikiran bijak dari seorang pemimpin untuk membuat satu keputusan political will dalam rangka memberikan kepastian bagi rakyatnya," ungkap Bahlil di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Selasa, 26 Februari 2019.

    "Apa itu kepastian? Kepastian untuk anak-anak yang tamat SMA bisa kuliah, kepastian yang baru selesai kuliah mau dapat kerja ada, kepastian apa lagi adalah ketika harga-harga mahal, pemerintah hadir untuk membuat murah dengan kartu itu," tambah Bahlil.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.