Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, Berapa Potensi Keuntungannya?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sirkuit Mandalika, NTB. (Antara)

    Sirkuit Mandalika, NTB. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation – ITDC) mengabarkan bahwa DORNA Sports SL dan ITDC telah melakukan kemitraan untuk membawa acara balap motor paling populer di dunia, MotoGP ke Pulau Lombok di Indonesia.

    BACA: Sirkuit Mandalika Hanya buat MotoGP, Tidak untuk Formula 1

    Grup DORNA, selaku pemegang hak komersial dan TV eksklusif untuk kejuaraan balap motor terkemuka di dunia, dan ITDC, perusahaan pengembang dan operator destinasi pariwisata terbesar di Indonesia, bersama-sama mengumumkan dua Kontrak Promoter (Promoter’s Contracts) secara terpisah yakni FIM Road Racing World Championship Grand Prix, yang sering disebut dengan FIM MotoGP™World Championship, dan MOTUL FIM Superbike WSBK.

    Penandatanganan telah dilakukan antara Carmelo Ezpeleta, CEO DORNA, dan Abdulbar M. Mansoer, selaku Direktur Utama dari ITDC, di kantor DORNA di Madrid, Spanyol pada  28 Januari 2019, di hadapan tim Senior Manajemen dari kedua belah pihak dan disaksikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Hermono.

    Perjanjian menegaskan bahwa Indonesia akan menyambut MotoGP™ dan MOTUL FIM Superbike World Championship pada tahun 2021 mendatang di Pulau Lombok, tepatnya di the Mandalika, yang merupakan kawasan pariwisata berskala besar yang terintegrasi.

    CEO Grup DORNA, Carmelo Ezpeleta mengungkapkan uniknya proyek ini, memiliki sirkuit perkotaan berkelas dunia di negara di mana MotoGP memiliki pengikut yang begitu besar. Indonesia adalah pasar utama bagi DORNA dengan pertimbangan persentase penggemar olahraga motor yang tinggal di sini dan atmosfer MotoGP akan semakin kuat begitu sirkuit ini selesai dibangun. Juga, dengan memasukkan Lombok ke dalam kalender WorldSBK menjadikan penawaran ini lebih menarik lagi bagi penggemar lokal yang akan memiliki dua acara Berkelas Dunia di daerah itu setiap tahun.”

    “Kami sangat gembira telah bermitra dengan DORNA dan sangat senang untuk dapat membawa acara olahraga motor kelas dunia ke Indonesia dan khususnya the Mandalika, Lombok," kata Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.

    Potensi keuntungan atas dibangunnya Sirkuit MotoGP di Mandalika telah diungkapkan Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri. Dia memprediksi banyak dampak positif yang akan timbul dan dirasakan masyarakat di daerahnya.

    "Makin banyak orang datang, makin banyak yang menginap dan berbelanja. Kalau sudah begitu, pergerakan ekonomi Lombok Tengah menjadi baik dan meningkat," ujar Pathul Bahri di Praya, Lombok, dikutip dari Antara, Minggu, 24 Februari 2019.

    BACA: Tak Hanya MotoGP, Sirkuit Mandalika Juga Untuk Superbike WSBK

    Pemerintah Kabupaten  Lombok Tengah percaya pembangunan sirkuit MotoGP akan diiringi dengan munculnya pusat perbelanjaan, penginapan, dan daerah wisata lain di sana. Kenaikan jumlah wisatawan yang datang juga diprediksi terjadi.

    Jika terwujud, sirkuit MotoGP di Mandalika bisa menampung ratusan ribu penonton. Kapasitas kursi penonton di stand utama sirkuit Mandalika rencananya bisa mengakomodasi 93.200 penonton.

    Kemudian, akan ada 138.700 area tanpa tempat duduk dan hospitality suites yang mampu menampung 7.700 penonton. Mereka bisa menyaksikan para pembalap berpacu di lintasan sepanjang 4,32 kilometer (km) yang memiliki 1 lintasan lurus dan 18 tikungan.

    Ratusan ribu penonton yang datang dipercaya mampu menggairahkan aktivitas ekonomi, terutama pariwisata, di Lombok Tengah. Pathul Bahri mengatakan pariwisata di Lombok Tengah sebenarnya sudah berkembang beberapa tahun terakhir. Buktinya, Pendapatan Asli Daerah dari sektor ini meningkat dari Rp 35 miliar pada 2-3 tahun lalu menjadi Rp 200 miliar.

    Meski yakin akan adanya dampak positif, pemerintah belum memiliki estimasi keuntungan dari penyelenggaraan MotoGP di Indonesia. Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengaku saat ini, seluruh pihak terkait masih fokus pada penyelesaian pembangunan sirkuit MotoGP. “Belum sampai ke sana perhitungan kami. Yang harus dipastikan dulu 2021 bagaimana venue-nya siap,” kata dia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.