Sopir Grab Usir Penumpang, Pengamat: Jangan Bawa-bawa Politik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Grab. Twitter

    Logo Grab. Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengomentari insiden sopir  Grab yang mengusir penumpangnya. Ia mengatakan urusan pilihan politik hendaknya tak dibawa ke pelayanan transportasi publik.

    Baca: Viral, Sopir Grab Usir Penumpang karena Beda Pilihan Capres

    "Sangat disayangkan. Seharusnya urusan pilihan politik tak dibawa ke ranah pelayanan transportasi," kata Djoko ketika dimintai tanggapan di Jakarta, Senin, terkait dengan kejadian yang sempat viral di lini media sosial dalam dua hari terakhir.

    Dalam kejadian itu mitra pengemudi GrabCar menurunkan penumpang beratribut pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut tertentu. Ia juga menegaskan, aplikator pun harus bersikap netral dari politik.

    Karena itu, dia pun setuju jika pengemudi harus mendapatkan sanksi tegas dari Grab karena telah melakukan kesalahan fatal menurunkan penumpang hanya karena perbedaan pilihan politik.

    Sebelumnya, korban merupakan seorang wanita ini hendak menuju acara Alumni Orange Semanggi Atmajaya di Plasa Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu,23 Februari 2019.

    "Saya diusir dari Grab B1771 UZZ hanya karena saya mengenakan baju alumni orange Semanggi Atmajaya Jokowi-Amin," kata wanita yang namanya disamarkan dalam tangkapan gambar unggahan akun @iimiomwaka di Twitter, pada Minggu, 24 Februari 2019 siang.

    Berdasar tulisan di tangkapan gambar tersebut, penumpang GrabCar yang merupakan alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) ini menceritakan bahwa sejak awal pengemudi melajukan mobil dengan lambat dan beberapa kali salah rute.

    Kesal dengan situasi tersebut, apalagi dia harus buru-buru dan permintaannya lewat tol tak digubris pengemudi, akhirnya penumpang menyampaikan keluhan.

    Akibatnya, pengemudi malah berbalik marah terhadap penumpangnya. Pengemudi juga sempat mengatakan bahwa dia tak akan jemput kalau saja tahu bahwa penumpangnya adalah pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01. Penumpang pun disuruh keluar dari mobil oleh pengemudi dan diturunkan di tengah jalan.

    Akun @iimiomwaka mengunggah tangkapan gambar cerita ini akibat kesal dengan kejadian tersebut. "Astaga, kok driver @GrabID seperti ini? Nggak profesional, tidak bisa menghargai perbedaan, usir pendukung @jokowi," kata @iimiomwaka yang memiliki nama asli Iim Ibrahim tersebut dalam kicauannya di Twitter.

    Kicauannya ini mendapat tanggapan 222 balasan, 789 retweet dan 480 like. Rata-rata tanggapan warganet atas unggahan cerita itu adalah ikut menyampaikan kekesalan mereka atas kelakuan sang pengemudi GrabCar.

    Salah satunya adalah akun @elvira_widjaja yang mengingatkan jangan sampai kasus ini menimbulkan kericuhan bernuansa politik cuma karena perbuatan pengemudi GrabCar yang tak patut.

    Dia juga menyampaikan agar Grab menunjukkan komitmen terhadap pelayanan dan keamanan konsumen serta tak terlibat dalam urusan politik Indonesia dengan cara bersikap tegas terkait kejadian tersebut.

    Grab Indonesia pun melalui akunnya di @GrabID, Minggu, 24 Februari 2019 mengumumkan telah menonaktifkan mitra pengemudi yang bersangkutan dari platform mereka untuk dilakukan klarifikasi lebih lanjut dan pelatihan ulang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

    ANTARA I ARIYANI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.