Susi: Penangkapan Pencuri Ikan dari Vietnam Sempat Dihalangi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pidato saat menghadiri acara International Corak Reef Initiative (ICRI) di Paris, Prancis, Rabu, 4 Juli 2018. Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pidato saat menghadiri acara International Corak Reef Initiative (ICRI) di Paris, Prancis, Rabu, 4 Juli 2018. Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, TNI Angkatan Laut berhasil menangkap empat kapal pencuri ikan berbendera Vietnam di perairan Natuna Utara, Ahad, 24 Februari 2019.

    Baca: Susi Pudjiastuti Sebut Penyebab 34 Kapal Terbakar di Pelabuhan

    Keempat kapal tersebut kedapatan mencuri ikan menggunakan alat tangkap trawl di Landas Kontinen Laut Natuna, Indonesia pada posisi 06o 12’00” LU - 06o25’50” BT (5 nautical mile masuk batas Landas Kontinen Laut Natuna).

    “Empat kapal ikan Vietnam dikawal oleh dua kapal surveillance-nya menangkap ikan di perairan Indonesia ditangkap KRI TOM-357 milik TNI AL,” ujar Susi Pudjiastuti saat menggelar jumpa pers di Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

    Susi Pudjiastuti menyebutkan, penangkapan empat kapal Vietnam tersebut menambah catatan panjang kasus pencurian ikan di perairan Indonesia yang dilakukan kapal-kapal berbendera Vietnam. Bahkan, dalam satu bulan terakhir ini, kapal-kapal pencuri ikan dari Vietnam tersebut kerap melibatkan kapal patroli milik pemerintah Vietnam, Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS).

    Pada saat KRI TOM-357 sedang menggiring ke-4 kapal tersebut, kata Susi, kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia dan melakukan manuver. "Yang mengancam dengan berupaya untuk menghalangi pengawalan 4 (empat) kapal ikan hingga membahayakan KRI TOM-357."

    Ia pun menyayangkan illegal fishing ini malah melibatkan perangkat negara. Susi Pudjiastuti mengatakan VFRS merupakan lembaga negara Vietnam di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal (Ministry of Agriculture and Rural Development).

    Salah satu tugas perangkat negara itu ialah menjaga ikan-ikan dan kedaulatan di perairan Vietnam. “Dalam satu bulan terakhir nampaknya mereka bukannya menangkap kapal yang masuk ke perairan Vietnam tapi mengawal kapal mencuri ikan,” ujar Susi Pudjiastuti.

    Susi pun mengatakan, kapal-kapal ikan berbendera Vietnam merupakan pelaku pencurian ikan paling banyak di perairan Indonesia. Terhitung sejak Oktober 2014, sejumlah 488 kapal pelaku IUU fishing telah ditenggelamkan, dan 276 diantaranya adalah kapal ikan berbendera Vietnam.

    Baca: Susi Pudjiastuti Beberkan Chat dengan Pengusaha Ikan, Isinya..

    “Pemerintah Vietnam sebagai bagian dari masyarakat dunia seharusnya tidak membiarkan hal ini terus terjadi melainkan segera melakukan perbaikan dan menyelaraskan diri dengan berbagai gerakan global pemberantasan IUU fishing,” ucap Susi Pudjiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.