Awal Pekan, Kurs Rupiah Jisdor Menguat ke 14.007 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Senin, 25 Februari 2019. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia kurs rupiah mencapai level Rp 14.007 per dolar Amerika Serikat pada hari ini. 

    Baca juga: Awal Perdagangan, Kurs Rupiah Dibuka Menguat

    Pada Jumat, 22 Februari 2019, kurs berada pada level Rp 14.079 per dolar AS atau selisih 72 poin ketimbang awal pekan ini. Apabila dibandingkan dengan Senin pekan lalu yang mencapai Rp 14.106 per dolar AS, angka tersebut terpantau 99 poin lebih kuat. 

    Sepanjang pekan lalu nilai tukar rupiah versi  terus berfluktuasi dan sempat mencapai level Rp 14.119 per dolar AS pada Selasa, 19 Februari 2019. Angka itu kemudian membaik saat pada hari selanjutnya, Rabu, 20 Februari 2019, atau bercokol di angka Rp 14.055 per dolar AS. Selanjutnya, kurs kembali terkoreksi mencapai Rp 14.057 per dolar AS pada Kamis, 21 Februari 2019, dan mencapai Rp 14.079 per doal AS pada Jumat, 22 Februari 2019.

    Direktur Penelitian Center of Reform on Economics Piter Abdullah memperkirakan nilai tukar tidak bakal mengalami gonjang ganjing dalam sepekan ke depan. Ia memprediksi rupiah bakal stabil di kisaran  Rp 13.950 hingga Rp 14.100 per dolar AS sepanjang pekan.

    "Saya melihat tidak ada faktor yang akan secara cukup signifikan menggerakkan rupiah," ujar Piter. Menurut dia, naik turunnya kurs pekan ini bakal lebih disebabkan oleh faktor teknikal.

    Adapun Kepala Riset Samuel Aset Sekuritas Lana Soelistianingsih menyebut rupiah bisa menguat di pasar sejurus dengan dibuka menguatnya dua mata uang kuat Asia, yatu dolar Hong Kong dan dolar Singapura. "Itu bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp 14.000 - Rp 14.050 per dolar AS."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.