PUPR Bangun Rusunawa 10 Lantai untuk Paspampres di Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) Pesakih di Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Mei 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun 7 tower Rusunawa dengan 16 lantai di kawasan dekat rusun Pesakih yang akan selesai dibangun pada akhir 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anak bermain di Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) Pesakih di Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Mei 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun 7 tower Rusunawa dengan 16 lantai di kawasan dekat rusun Pesakih yang akan selesai dibangun pada akhir 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan membangun rumah rusun sewa atau rusunawa untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Jakarta.

    Baca: Dinas Perumahan Sebut Larangan Kampanye di Rusun Sudah Ada Sejak 2017

    Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa pembangunan Rusunawa tersebut untuk memenuhi kebutuhan hunian anggota Paspamres dan keluarga serta meningkatkan semangat tugas prajurit.

    “Kami berharap dengan pembangunan Rusun Tingkat Tinggi ini bisa meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para anggota Paspampres TNI yang bertugas,” ujar Khalawi, dikutip dalam keterangan resmi, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Khalawi menjelaskan pembangunan Rusun Sewa bagi TNI dan Polri dilakukan karena banyak anggota TNI dan Polri yang belum memiliki hunian yang layak. Ketersediaan hunian turut mendukung TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Dalam kurun waktu 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR telah membangun 114 tower dengan total 4.267 unit rusun TNI yang tersebar di 24 Provinsi. Selain itu, pada kurun yang sama Kementerian PUPR juga telah membangun rumah khusus TNI sebanyak 4.267 unit di 34 provinsi.

    “Jika para anggota Paspampres TNI dan ASN di lingkungan TNI tinggal di rusunawa, tentunya ke depan mereka bisa menabung. Saat ini sebagian anggota TNI tinggal di rumah dinas, namun untuk mendapatkan lahan pembangunan perumahan tapak di Ibu Kota tentunya sangat mahal, jadi kami dorong pembangunan rusun untuk anggota TNI,” kata Khalawi.

    Rusunawa yang dibangun terdiri dari satu tower setinggi 10 lantai meliputi 93 unit dengan empat tipe berbeda yakni tipe A seluas 130 m2 sebanyak dua unit, tipe B seluas 90 m2 sembilan unit, tipe C seluas 70 m2 sebanyak 44 unit, dan tipe D seluas 45 m2 sebanyak 38 unit.

    Rusunawa Paspampres itu akan dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dengan pendanaan APBN tahun 2018-2019 senilai Rp 136 miliar.

    Setiap unit pada tower tersebut akan dilengkapi meubelair seperti meja tamu dan sofa, meja dan kursi makan, lemari pakaian, serta tempat tidur di tiap kamar. Rusun juga akan dilengkapi fasilitas satu basement dan satu helipad di bagian atap.

    Dia menyatakan Rusunawa Paspampres tersebut memiliki kelebihan karena merupakan rusun pertama yang dibangun dengan tipe yang beragam.

    “Jika Rusun Kejaksaan sebelumnya dibangun dua tower dengan dua tipe yang berbeda dengan tipe paling tinggi 82 meter persegi, maka rusun tingkat tinggi Paspampres ini terdiri dari empat tipe mulai tipe 45 sampai tipe 130 meter persegi,” ujar Khalawi.

    Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan rumah dinas bagi prajurit TNI merupakan kebutuhan utama yang belum dapat sepenuhnya terpenuhi oleh negara.

    Oleh karena itu, kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Mabes TNI dalam pembangunan Rusun merupakan momentum yang tepat dalam upaya pemenuhan kebutuhan rumah dinas prajurit.

    “Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR dan Mabes TNI atas dimulainya pembangunan Rusun Tingkat Tinggi Paspampres ini. Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dan pimpinan TNI kepada Satuan Paspampres dalam mewujudkan perumahan prajurit yang layak huni dalam lingkungan yang sehat, aman dan harmonis,” katanya.

    Terkait dengan desain pembangunan rusunawa, tambahnya, sudah sesuai dengan acuan kerja yang disiapkan oleh Kementerian PUPR. Bangunan yang dibangun di atas lahan seluas 5.608 m2 ini diharapkan dapat bermanfaat bagi prajurit Paspampres beserta keluarganya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.