Kemenperin Ajak Universitas Aktif Riset Teknologi Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran "Making Indonesia 4.0" di JCC, Senayan, Jakarta, 4 April 2018. Industri 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mengajak perguruan tinggi aktif meneliti dan melakukan pengembangan di bidang industri untuk menghasilkan inovasi dan mendongkrak daya saing di era industri 4.0.

    Baca juga: Survei Nielsen: Industri 4.0 Membuat Tenaga Kerja Khawatir

    “Kami menyambut baik adanya laboratorium artificial intelligence di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai salah satu langkah strategis dalam menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan di era industri 4.0,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan laboratorium AI di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta melalui keterangan resmi, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Airlangga mengungkapkan perguruan tinggi perlu mengoptimalkan riset yang berkaitan dengan teknologi revolusi industri 4.0. Pemerintah selalu mendukung lahirnya berbagai inovasi unggulan.

    “Tetapi kami minta skalanya diperbesar. Dukungan pemerintah yang akan diberikan adalah dengan pemberian insentif fiskal. Jadi, ini jika bergabung dengan industri, skill-nya bisa dinaikkan,” ujarnya.

    Airlangga pun memberikan apresiasi kepada UGM dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang telah menjalin kolaborasi. TMMIN menghibahkan satu unit Lean Manufacturing dan Lean Production System kepada Departemen Teknik Industri, FT UGM. Alat proses produksi yang ringkas dan hemat tersebut, diharapkan dapat menyimulasikan pekerjaan yang sama seperti laiknya di pabrik dengan hasil yang sangat baik.

    “Upaya itu sesuai dengan program yang diprioritaskan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, tentang fokus pembangunan SDM yang berkualitas di tahun 2019. Program ini akan dilakukan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” ungkapnya.

    Airlangga menjelaskan, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing industri nasional. Dirinya menyebut penguatan vokasi industri, dengan komposisi 30 persen pendidikan di kelas dan 70 persen pembelajaran di industri, semakin dibutuhkan dalam menghadapi era industri 4.0.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.