Soal Jalan 191 Ribu Kilometer, Luhut: Sekarang Sudah Lebih

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (kanan) saat menuju acara pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (kanan) saat menuju acara pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membantah jika pembangunan jika capaian pembangunan jalan desa sepanjang 191 kilometer (km) dianggap sebagai sebuah kebohongan. Luhut juga tak terima jika atasannya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi ikut dicap berbohong oleh kubu Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas data tersebut.

    BACA: Luhut Tidak Bantah Ada Pertemuan Jokowi dan Bos Freeport

    "Yang bilang bohong, itu dia yang bohong," kata Luhut usai menghadiri acara diskusi di Gedung Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta Pusat, Jumat, 22 Februari 2019. "Panjang jalan desa 191 ribu km dipersoalkan, banyak yang tidak percaya karena tidak tahu," kata Luhut.

    Luhut bercerita bahwa satu kali ia pernah bertanya kepada kepala desa di Danau Toba, Sumatera Utara soal dampak dari penyaluran dana desa di daerah tersebut. Ternyata, lewat dana desa itu, jalan-jalan di desa mulai bisa dibangun. "Ada yang 3,5 km, ada yang 1,7 km, range-nya antara 3-5 km, dan dana desa itu kami bagikan ke 74.953 ribu desa," kata Luhut.

    Dengan perhitungan sederhana saja, 74 ribu di kali 3 km, maka jumlahnya sudah mencapai 222 ribu, lebih besar lagi. Luhut pun menyampaikan bahwa angka 191 ribu itu merupakan capaian bulan Agustus 2018.
    "Sekarang sudah 200 ribu lebih, itu sangat akurat," ujarnya.

    BACA: Luhut Sebut Alasan Jokowi Tak Beri Izin Ratusan Ribu Hektar Lahan

    Sebelumnya, Koordinator Juru BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan klaim Jokowi soal terbangunnya 191 ribu km jalan desa yang disampaikan saat debat calon presiden kedua. Menurut dia, pernyataan Jokowi itu sebuah kebohongan.

    Dahnil menyandingkan klaim pembangunan Jokowi dengan penghitungan panjang jalan tersebut. Menurut dia, jika Jokowi membangun 191 ribu kilometer jalan desa, maka panjang jalan tersebut sama dengan 4,8 kali keliling bumi. "Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa?" katanya lewat akun Twitter, Senin, 18 Februari 2019.

    Menanggapi hal itu, Jokowi mempersilakan pihak yang tidak percaya jika hingga akhir 2018 telah terbangun 191 ribu kilometer jalan desa untuk mengujinya. Ia meminta mereka untuk mengukur langsung panjang jalan-jalan tersebut.

    "Kalau ada yang sangsikan 191 ribu kilometer tidak mungkin, ya silakan ukur sendiri," katanya saat memberi pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

    Baca berita tentang Luhut lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.