Survei Nielsen: Industri 4.0 Membuat Tenaga Kerja Khawatir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Jokowi saat bertemu komunitas kreatif di Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jalan Braga No. 3 Bandung,  Sabtu malam, 10 November 2018.

    President Jokowi saat bertemu komunitas kreatif di Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jalan Braga No. 3 Bandung, Sabtu malam, 10 November 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek pekerjaan mereka pada masa depan mengalami tekanan. Salah satu tekanan itu adalah kampanye industri 4.0.

    Simak: Dosen ITB: Dana Riset Belum Jelas untuk Industri 4.0

    Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia mengatakan, hal itu tercermin dari survei Nielsen mengenai optimisme terhadap prospek lapangan kerja lokal yang turun dari 73 persen pada kuartal III/2018 menjadi 68 persen pada kuartal IV/2018.

    “Cukup banyak responden kami yang khawatir, otomatisasi di perusahaan-perusahaan akibat tren industri 4.0 akan menghilangkan lapangan kerja mereka,” ujarnya, Kamis 21 Februari 2019.

    Selain itu, penurunan optimisme terhadap prospek lapangan kerja domestik juga dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan sektor manufaktur Tanah Air pada 2018 lalu.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada 2018 sebesar 4,07 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 2017 yang mencapai 4,74 persen.

    “Saya khawatir, kalau manufaktur Indonesia kembali melambat tahun ini dan ketakutan publik akan ancaman industri 4.0. semakin meningkat, optimisme di lapangan pekerjaan akan kembali turun,” lanjutnya.

    Dia melanjutkan, kehadiran industri 4.0. sejatinya juga memberikan prospek lapangan pekeraan baru. Kemitraan antara tukang ojek dan penyedia transportasi daring menjadi contohnya.

    “Tetapi yang perlu diamati, apakah kehadiran ojek online ini tidak menciptakan penurunan kualitas pekerjaan. Sebab bisa jadi, para driver itu sebelumnya bekerja di kantoran lalu beralih ke mitra ojek online,” paparnya.

    Adapun, berdasarkan laporan Nielsen, pada kuartal IV/2018 indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia tumbuh satu poin menjadi 127 dari kuartal sebelumnya.

    IKK dibentuk oleh tiga indikator, yaitu optimisme mengenai prospek lapangan kerja lokal, keadaan keuangan pribadi, dan keinginan untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan.

    Dalam laporan itu disebutkan optimisme akan  keadaan keuangan pribadi stabil di level 79 persen pada dua kuartal terakhir  2018.

    Adapun pada kuartal IV/2018, sebanyak  63 persen konsumen mengatakan bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah waktu yang baik untuk mereka berbelanja hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan. Indikator terakhir ini meningkat tajam dari 57 persen di kuartal III/2018.

    Simak berita tentang industri 4.0 hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.