Luhut Pandjaitan Sepakat Penyedia Avtur Tak Hanya Pertamina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan setuju bila ada perusahaan lain yang bisa menyediakan bahan bakar jenis avtur untuk industri penerbangan. Dia mengatakan dengan banyaknya penyedia avtur tentu bakal memicu persaingan yang sehat.

    Baca juga: Luhut Pandjaitan: Grab dan SoftBank Siap Investasi Mobil Listrik

    "Saya kira bagus, biar nanti bersaing. Jangan hanya satu saja," kata Luhut saat mengelar afternoon tea di Kantor Kementerian Kemaritiman, Rabu 20 Februari 2019.

    Kemudian, Luhut juga menuturkan pemerintah kini tengah meninjau ulang pajak pertambahan nilai atau PPN avtur. Bahasan mengenai hal pajak tersebut tengah intens oleh Pemerintah.

    Harga avtur sebelumnya disebut-sebut sebagai penyebab mahalnya tiket pesawat domestik. Selama ini, penyedia bahan bakar avtur dikuasai oleh perusahaan pelat merah, PT Pertamina (Persero).

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumya telah meminta menteri dan pihak terkait untuk menghitung ulang harga avtur. Sebab, selama ini harga avtur dinilai belum mencapai tingkat efisiensi yang maksimum.

    "Tadi baru kami rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien mana yang bisa diefisienkan, nanti segera diambil keputusan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

    Sementara itu, Pertamina pada Sabtu 16 Februari 2019 kemarin telah mengumumkan untuk menurunkan harga jual avtur. Adapun harga baru dinilai sesuai Keputusan Menteri ESDM No 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

    Dalam keterangan resminya, Pertamina secara rutin telah mengevaluasi dan menyesuaikan harga avtur secara periodik, dua kali dalam sebulan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

    Dalam keterangannya, per 16 Februari 2019, harga avtur di Bandara Internasional Soekarno Hatta, menurun dari sebelumnya Rp 8.210 menjadi Rp7.960 per liter. Harga itu lebih rendah 26 persen dibandingkan harga avtur di Bandara Changi Singapura yang terpantau per 15 Februari 2019 sebesar Rp 10.769 per liter.

    Baca berita lain soal Luhut Pandjaitan di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.