Kemensos Salurkan Bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai di NTT

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Parung Bogor, Jumat, 1 Februari 2019.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Parung Bogor, Jumat, 1 Februari 2019.

    TEMPO.CO, Kupang - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) tahap I 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Baca juga: Kemensos Hitung Kebutuhan Dana Bantuan Pemulihan Sosial Bencana

    "Bantuan Sosial PKH dan BPNT tahap I 2019, yang disalurkan untuk Provinsi NTT senilai Rp 648,1 miliar lebih," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kemensos, Harry Hikmat saat bertatap muka dengan penerima PKH dan BPNT di Kupang, Rabu, 20 Februari 2019. 

    Acara tersebut dihadiri pula Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama sekitar seribu keluarga penerima manfaat PKH dan BPNT Kota Kupang.

    Berdasarkan data Kemensos, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tahap I untuk PKH 429.163 KPM dengan dana Rp 648 miliar. Sedangkan BPNT (Rastra) sebanyak 701.552 dengan total dana Rp77,1 miliar, sehingga total dana yang akan disalurkan tahap I mencapai Rp725 miliar lebih.

    Namun, jumlah dana yang baru tersalurkan pada tahap I, PKH kepada 376.880 KPM sebesar Rp 577 miliar lebuh dan BPNT kepada 455.947 KPM sebesar Rp 50,1 miliar lebih, sehingga total penerima dana PKH dan BPNT sebesar Rp 648,1 miliar lebih. 

    Dia berharap dana ini dimanfaatkan dengan baik oleh penerima manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. "Jangan setelah menerima uang itu, lalu mengajak keluarga untuk ke Mall," katanya.

    Dia mengatakan upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan di kalangan KPM PKH dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS). 

    Kegiatan P2K2 atau FDS dilakukan secara masif oleh para pendamping PKH ke setiap KPM. Pendamping mengarahkan KPM agar memanfaatkan bantuan PKH untuk keperluan produktif antara lain meningkatkan kesehatan Ibu dan anak melalui pembelian pangan yang mendukung pada peningkatan gizi.

    Meningkatkan partisipasi sekolah bagi anak-anak agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan mewujudkan kemandirian ekonomi agar KPM ke depan tidak lagi bergantung pada bantuan PKH.

    "Kementerian Sosial terus melakukan upaya-upaya agar kemandirian dan kesejahteraan dapat segera terbangun di kalangan KPM PKH," katanya.

    Program PKH dan BPNT merupakan keberhasilan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, dia berharap kesungguhan dan disiplin ibu-ibu khususnya KPM PKH dalam mengikuti PKH dan memanfaatkan PKH sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki hidup agar kelak keluarga ibu-ibu KPM menjadi sejahtera dan mandiri. "Ini bentuk keseriusan Presiden Jokowi untuk memberantas kemiskinan," katanya.

    Airlangga Hartarto memberikan penghargaan kepada tiga anak berprestasi penerima PKH, berupa bantuan beasiswa sebesar Rp1 juta, serta ibu-ibu yang berhasil membuka usaha melalui dana PKH. 

    Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan Kementerian Perindustrian siap mendukung program PKH melalui program pelatihan kewirausahaan. "Silahkan mengatur dengan dinas, kami akan bantu menjual secara online," katanya.

    Baca berita Kemensos lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.