Jokowi: Santri jadi Manajer Bank Syariah, Kenapa Tidak?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara penandatangan perjanjian kerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas 2019 di Jakarta, Rabu 20 Februari 2019. Pemerintah akan membangun 1.000 BLK Komunitasuntuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara penandatangan perjanjian kerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas 2019 di Jakarta, Rabu 20 Februari 2019. Pemerintah akan membangun 1.000 BLK Komunitasuntuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimistis santri di pesantren yang belajar di Balai Latihan Kerja atau BLK komunitas nantinya bisa bekerja di industri perbankan, misalnya menjadi bankir. Tak tertutup kemungkinan santri itu bahkan bisa menjabat sebagai direktur bank syariah di masa depan.

    Baca: Jokowi Singgung Lahan Prabowo, Luhut: Tidak Menyerang Pribadi

    Hal itu disampaikan oleh Jokowi ketika menyampaikan pidato dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama BLK Komunitas Tahap I Tahun 2019. Penandatanganan perjanjian kerjasama yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan berlangsung di di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

    Pemerintah sebelumnya berencana mendirikan 1.000 BLK komunitas pada 2019. Komunitas yang disasar oleh BLK ini antara lain komunitas pesantren. Saat ini Indonesia memiliki 29.000 pesantren.

    Di BLK itu, para santri dapat belajar sesuai jurusan yang dipilih seperti jurusan kejuruan teknik otomotif, teknik las, hasil pertanian, hasil perikanan, woodworking, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, refrigeration dan teknik listrik, industri kreatif dan bahasa.

    Setelah belajar di BLK ini, santri itu dapat bekerja di industri terkait jurusan yang dipilih. Presiden mencontohkan santri yang belajar teknologi informasi (IT) dapat bekerja di industri perbankan. "Misalnya IT, bisa diterima di perbankan-perbankan yang kita miliki, kenapa tidak. Santri jadi bankir kan boleh, ya kan. Jadi manajer bank syariah bisa, jadi direktur bank syariah, kenapa tidak? Itu pelatihannya di sini (BLK)," kata Jokowi.

    Jokowi mengatakan pemerintah telah membangun 50 BLK komunitas pada 2017. Setahun kemudian atau 2018, pemerintah menambah jumlah BLK komunitas yang dibangun menjadi 75 dengan mempertimbangkan evaluasi yang telah dilakukan.

    Kemudian tahun 2019, akan dibangun 1.000 BLK Komunitas. "Saya tadi sudah sampaikan ke Pak Menteri 1.000 itu jumlah yang masih sedikit. Tahun depan minimal 3.000 harus terbangun karena jumlah pondok pesantren kita ini 29.000 di seluruh Tanah Air," ucap Jokowi. Kalau hanya dibangun 1.000 BLK Komunitas per tahun, bisa-bisa baru 29 tahun yang akan datang untuk menampung seluruh santri dari 29 ribu pondok pesantren.

    Seperti diketahui, BLK komunitas adalah unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan atau lembaga keagamaan non-pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan teknis berproduksi atau keahilan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan bagi komunitas masyarakat sekitarnya, sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

    Baca: Prabowo Disebut Tak Paham Unicorn, Kubu Jokowi Paparkan Risikonya

    Dalam rangka membangun 1.000 BLK komunitas pada 2019, Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) pendirian BLK komunitas tahap pertama dengan 500 lembaga yang telah memenuhi verifikasi persyaratan. Penandatanganan PKS pembangunan 500 BLK komunitas lainnya atau tahap kedua akan dilakukan pada Maret 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.