CPNS di Kemenhub, 893 Orang Segera Terima Surat Keputusan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta melakukan registrasi ulang saat seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis <i>computer assisted test</i> (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Peserta melakukan registrasi ulang saat seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 893 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan menerima Surat Keputusan (SK) yang menandai mereka akan mengikuti pelatihan dan pendidikan CPNS Kemenhub. "Mereka adalah orang-orang terbaik, karena dari 45.000 orang, hanya diterima 893 orang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Curug, Tangerang, Rabu, 20 Februari 2019.

    Baca: Pendaftaran Pegawai Honorer PPPK Dibuka Sore Ini, Simak Syaratnya

    Menhub mengatakan, rekrutmen CPNS Kemenhub dilakukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dengan melalui proses kredibel. "Prosesnya begitu bagus, saya punya orang-orang terdekat saya itu tidak lulus. Ini proses yang luar biasa baik," ujar Budi.

    Budi menaruh harapan kepada para CPNS untuk mempu merespon tanggung jawab dengan lebih baik dari sebelumnya, terlebih Kemenhub membutuhkan dedikasi lebih untuk membangun konektivitas bangsa.

    Menhub menambahkan, dari 893 orang, ia akan memilih 200 orang terbaik untuk ditempatkan pada 20 area proyek unggulan yang lebih menantang. "Sebagai contoh misalnya di Tanjung Priok. Itu yang di atas orang-orang pilihan. Tapi baru ditingkat atas, nanti akan saya pilih lagi sampai ke bawah, supaya menjadi role model," katanya.

    Selain itu, Menhub juga akan menempatkan CPNS terbaik di Bandara Soekarno-Hatta, Tanjung Perak, termasuk Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.