Rekrutmen Ditutup, Pendaftar Pegawai Honorer PPPK 87.561 Orang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diadakan Kementerian Kesehatan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (3/11). Berdasarkan data KemenPAN dan RB serta Badan Kepegawaian Negara, jumlah peserta ujian CPNS Nasional yang lolos seleksi administrasi sebanyak 963.872, dengan formasi total 65 ribu posisi, 25 ribu untuk pusat dan 40 ribu daerah, sedangkan tenaga honorer sebanyak 109 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diadakan Kementerian Kesehatan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (3/11). Berdasarkan data KemenPAN dan RB serta Badan Kepegawaian Negara, jumlah peserta ujian CPNS Nasional yang lolos seleksi administrasi sebanyak 963.872, dengan formasi total 65 ribu posisi, 25 ribu untuk pusat dan 40 ribu daerah, sedangkan tenaga honorer sebanyak 109 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kepegawaian Nasional atau BKN telah menutup rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I telah ditutup ada Ahad, 17 Februari 2019 pukul 24.00 WIB. Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan hingga 17 Februari 2019, jumlah pelamar PPPK berjumlah 95.290.

    Simak: 155 Ribu Guru Honorer Diprioritaskan Ikut PPPK

    "Tetapi akun yang berhasil mendaftarkan atau mengirim (submit) dokumen pada lewat portal SSCASN sebanyak 87.561 pelamar," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengatakan bahwa pendaftaran pegawai PPPK tahap 1 mulai dibuka pada 8 Februari dan ditutup ada 17 Februari 2019. Sedangkan, posisi formasi yang dibuka dalam rekrutmen ini terbatas pada tiga jabatan pada tenaga honorer eks kategori II seperti dosen dan guru (tenaga kependidikan) serta penyuluh pertanian.

    Sebelumnya, Kemenpan RB mengumkan bahwa para pendaftar hanya diperbolehkan untuk mendaftar dalam satu instansi. Keputusan tersebut tertuang lewat beleid Permen PANRB No. 2 Tahun 2019.

    Dalam aturan itu, salah satunya disebutkan bahwa calon pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) Instansi Pemerintah dan untuk 1 (satu) jabatan. Hal tersebut ada di Pasal 12 ayat (3) peraturan tersebut.

    Peraturan itu juga menyebutkan anggaran pelaksanaan pengadaan PPPK Tahun 2019 dibebankan pada anggaran masing-masing kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah. Sedangkan untuk pelaksanaan seleksi PPPK Tahun 2019 dilakukan secara nasional oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku ketua tim pelaksana dan dikoordinasikan oleh Menteri.

    Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi sebelumnya menyatakan bahwa 155 ribu guru honorer akan diprioritaskan mengikuti program rekrutmen PPPK. "Program PPPK hanya untuk para guru honorer," kata Muhadjir yang didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melepas peserta Jalan Sehat Gebyar Pendidikan, di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Minggu, 17 Februari 2019.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.