Ramai Uninstall Bukalapak, Dua Putra Jokowi Malah Sarankan Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep (kanan) dan Gibran Rakabuming saat  demo masak

    Kaesang Pangarep (kanan) dan Gibran Rakabuming saat demo masak "Sang Pisang vs MARKOBAR di Jakarta, 11 Maret 2018. Bisnis 'Sang Pisang' nugget milik Kaesang Pangarep diresmikan awal Desember 2017 dengan empat gerai khusus di Jakarta. Sementara Markobar telah berekspansi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Seruan untuk meng-uninstall aplikasi Bukalapak dari ponsel yang ramai melalui media sosial Twitter beberapa waktu belakangan ini ternyata ditentang oleh putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca: Rating Bukalapak di App Store Merosot ke Level 3,0

    Putra sulung dan bungsu dari Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep malah menyerukan dukungannya terhadap aplikasi karya anak bangsa, termasuk di antaranya Bukalapak. 

    Sebelumnya beredar kampanye uninstall Bukalapak yang populer di media Twitter. Hal ini terjadi setelah cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengenai industri 4.0 viral, pada Kamis, 14 Februari 2019.

    Zaky mengatakan omong kosong industri 4.0 kalau budget riset dan pengembangan negara seperti saat ini. Dia menunjukkan data perbandingan dana riset dengan negara-negara lain.

    Menurut Zaky, dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar. "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis akun @achmadzaky. Cuitan itu kemudian dihapus, tapi screenshoot sudah tersebar viral.

    Dalam hitungan beberapa jam, cuitan itu viral hingga muncul tagar #uninstallbukalapak. Beberapa waktu kemudian, akun Achmad Zaky kembali menulis bahwa twit yang dia buat telah viral. "Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara 'presiden baru', maksudnya siapa pun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," tulis akun @achmadzaky.

    Menurut Zaky, tujuan dari tweetnya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi di riset dan sumber daya manusia kelas tinggi. Bos Bukalapakini mengatakan jangan sampai Indonesia kalah sama negara-negara lain.

    Terkait hal itu, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka melalui akun Twitter-nya, @Chilli_Pari malah menyebutkan seruan gerakan uninstall Bukalapak itu berlebihan dan norak. "Saya pikir #uninstallbukalapak itu tll berlebihan (dan norak). Pelaku umkm seperti saya sangat terbantu dgn adanya @bukalapak. Brand jas hujan saya gak akan bisa seperti skrg kl gak dibantu mas @achmadzaky," tulis Gibran, Jumat, 15 Februari 2019.

    Gibran juga mengaku pernah dibantu oleh marketplace Tokopedia. "Saya pun pernah dibantu juga oleh pak william @tokopedia. Intinya semua platform jual beli online ada kelebihan dan kekurangannya masing2. Dan pedagang kecil seperti saya sangat terbantu," tulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.