Runway Bandara Supadio Ditutup karena Pesawat Lion Tergelincir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melihat jadwal keberangkatan dan kedatangan saat ditutupnya Bandara Internasional Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung di Bali, 29 Juni 2018. AP

    Wisatawan melihat jadwal keberangkatan dan kedatangan saat ditutupnya Bandara Internasional Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung di Bali, 29 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa saat ini runway di Bandara Supadio, Pontianak, harus ditutup karena adanya pesawat mengalami overrun atau tergelincir saat mendarat.

    Simak: Penerbangan Bandara Mamuju Menyusut 20,33 Persen

    EGM Bandara Supadio, Jon Mukhtar Rita Pesawat Lion Air JT 714 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba di Supadio sekitar 13.50 WIB, namun mendarat dengan mengalami overrun. "Dan membuat runway tidak dapat digunakan atau dalam kondisi block runway pada pukul 15.15," kata Jon dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Februari 2019.

    Adapun saat mendarat, cuaca di bandara dalam keadaan hujan deras. Jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut adalah 180 penumpang dan dua bayi, dimana semua penumpang dalam kondisi selamat dan telah berhasil dievakuasi keluar dari pesawat ke terminal Bandara Internasional Supadio.

    Jon mengatakan akibat kejadian ini ada tiga penerbangan yang terdampak yakni NAM Air nomor penerbangan IN-156 (return to apron), Citilink QG-415 (return to base), dan Garuda Indonesia GA-154 (return to base)

    "Kami saat ini tengah berupaya memindahkan pesawat tersebut agar runway dapat kembali malam ini digunakan untuk penerbangan dari dan ke Supadio, Pontianak," ujar Jon. "AP II memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di Bandara Supadio".

    Sebelumnya pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan. Dari foto yang beredar, badan pesawat pesawat sepenuhnya menyentuh tanah.

    "Benar," kata Direktur Jenderal Perhubungan Polana saat dihubungi.

    Polana mengatakan pesawat tergelincir karena hujan. "Dugaan awal karena deras deras, sedang dievaluasi oleh inspektur kami," kata dia.

    Adapun dari gambar yang beredar, terlihat kerusakan pesawat terjadi pada bagian sayap.

    Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi pada pukul 08.10 waktu setempat. Kejadian pesawat tergelincir satu meter dari runway 15 bandara Supadio.

    Polana menuturkan seluruh penumpang termasuk crew Lion Air selamat dan sudah dievakuasi. Adapun tipe pesawat, yaitu B737-800NG. 

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro memberikan penjelasan ihwal layanan nomor penerbangan JT-714 yang melayani rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK). Dia mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan itu, mengalami keluar landas pacu (over run) sesaat setelah mendarat di Pontianak.

    "Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan," kata Danang dalam keterangan tertulis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.