Harga BBM Turun, Faisal Basri: Konsumsi dan Ekonomi Tumbuh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan penurunan harga BBM oleh pemerintah ditujukan agar bisa meningkatkan konsumsi masyarakat. Dengan begitu, pada akhirnya pertumbuhan ekonomi bakal terdongkrak.

    Baca: Harga BBM Turun Dikaitkan Pilpres, Luhut Pandjaitan: Ngarang Aja

    "Pemerintah menjaga sekali konsumsi masyarakat, seperti dengan harga BBM dan listrik yang tidak dinaikkan. Dan sekarang BBM diturunkan biar mendorong peningkatan konsumsi," kata Faisal di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

    Faisal mengatakan pertumbuhan konsumsi bakal sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dari hitungannya, jika pertumbuhan konsumsi bisa didorong hingga 7 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen.

    Lebih jauh Faisal menyebutkan yang membuat ekonomi tumbuh 5,17 persen karena peningkatan konsumsi. "Makanya pemerintah menjaga sekali konsumsi masyarakat," ujar dia.

    Sebelumnya PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB). Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid mengatakan kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar AS.

    "Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi sampai dengan Rp 800 per liter," kata Mas'ud dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Februari 2019.

    Mas'ud mengatakan sesuai ketentuan Pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. “Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” tuturnya.

    Mas’ud lalu memaparkan penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, berikut komposisi harga BBM non subsidi :

    1. Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter 
    2. Pertamax disesuaikan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter 
    3. Dexlite disesuaikan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter 
    4. Dex disesuaikan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter
    5. Pertalite tetap Rp 7.650 per liter

    Baca: Harga BBM Turun, Lembaga Core: Tidak Sesuai Timing

    Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga BBM jenis Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.