Jokowi Cerita Soal Rumah Pernah Digusur: Kalau Ingat, Saya Sedih

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Ibu Negara Iriana Jokowi di sela upacara penyerahan surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbincang dengan Ibu Negara Iriana Jokowi di sela upacara penyerahan surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenang masa kecilnya di Solo, Jawa Tengah. Seperti dikutip dari situs sekretariat kabinet, Jokowi mengatakan ia dan adik-adiknya dibesarkan di sebuah rumah sederhana di pinggir kali.

    Baca: Debat Capres Jokowi - Prabowo Diprediksi akan Saling Serang

    Pada 1970-an, Jokowi mengaku pernah digusur dan harus menumpang menumpang hampir dua tahun di tempat kakak ibunya. “Di sini ada yang pernah ngerasain digusur? Belum? Moga-moga ini jangan ada yang pernah digusur. Sedih gitu kalau ingat saya, sedih,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Graha Insan Cita (GIC) Bakti Jaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Februari 2019.

    Namun Jokowi bersyukur, orang tuanya yang dulu juga hidup di pinggir kali bisa menjadikan dirinya, membesarkan dirinya, menyekolahkan meskipun pontang-panting. “Itulah memang tugas orang tua,” ujarnya.

    Untuk itu, Presiden meminta para orang tua penerima PKH agar anak-anaknya semuanya sehat, pintar, dan sekolah setinggi-tingginya. “Jangan ada yang takut untuk bermimpi anaknya bisa jadi menteri, anaknya bisa jadi presiden, bisa Insyaallah,” ujar Jokowi.

    Kalau anak dididik anak dengan baik, disekolahkan dengan baik, diberi gizi yang baik, Kepala Negara meyakini, anak-anak pasti akan pintar, pasti cerdas. “Boleh, boleh bermimpi. Boleh bercita-cita. Kenapa tidak?” ujar Jokowi.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan agar penggunaan anggaran program keluarga harapan tepat sasaran. Dalam kesempatan itu Jokowi didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Wali Kota Depok Mohammad Idris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.