Kominfo: Instagram Blokir Akun Berkonten Ponografi, Alpantuni

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan Instagram. Pixabay.com

    Ilustrasi wanita menggunakan Instagram. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Instagram memenuhi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan penutupan akses (blokir) terhadap akun Instagram Alpantuni karena memuat konten pornografi.

    Baca juga: Kominfo Blokir Akun Palsu TNI di Instagram

    Tercatat, mulai Rabu pukul 05.00 pagi akun @alpantuni yang berisi komik tersebut tidak bisa diakses lagi.

    Melalui keterangan pers, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan bahwa pemblokiran terhadap akun tersebut dilakukan setelah Sib Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menerima laporan publik dan melakukan verifikasi.

    "Hasil verifikasi menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai larangan distribusi konten pornografi," kata Ferdinandus, Rabu.

    Pasal 27 ayat 1 UU ITE menyatakan "setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan".

    "Kementerian Kominfo mengapresiasi publik yang ikut melaporkan akun Alpatuni tersebut melalui fitur 'report' di Instagram sehingga mempercepat proses 'takedown'," ujarnya.

    Kementerian Kominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten Internet dan media sosial seperti Instagram yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten Twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa