Susi Pudjiastuti Beberkan Chat dengan Pengusaha Ikan, Isinya..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melanjutkan perjalanan ke Kampung Rumput Laut, Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, 9 Februari 2019. Foto: KKP

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melanjutkan perjalanan ke Kampung Rumput Laut, Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, 9 Februari 2019. Foto: KKP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kepatuhan pengusaha terhadap laporan data penangkapan ikan masih rendah. Hal itu, kata dia terlihat dari masih adanya 80 persen data yang masih belum terlaporkan atau unreported pada beberapa tahun lalu.

    BACA: Mau Ambil Bunga, Susi Malah Temukan Tumpukan Sampah di Pantai

    Oleh karena itu, tahun lalu, dia membuat peringatan kepada para pengusaha perikanan tangkap untuk memperbaiki laporan hasil tangkapannya. "Ada yang Rp 300 juta, jadi Rp 2 miliar. Ada dari 20 ton jadi 200 ton, padahal dia nangkapnya 2.000 ton," kata Susi di kantor staf presiden, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

    Susi mengklaim seiring berjalannya waktu sejalannya waktu sejak menjadi menteri, terus membenahi transparansi atau good government.

    Lantas, dia membeberkan chat dengan pengusaha yang memanipulasi tangkapan ikan. Pengusaha itu Susi catat dengan nama Broker SPT.

    Pengusaha itu, kata Susi, sudah menaikkan jumlah hasil nilai tangkapan dari Rp 200 juta menjadi Rp 300 juta, lalu menaikkan menjadi Rp 2 miliar. Pengusaha tersebut menjelaskan mengenai jumlah tangkapan dan nilainya. Namun menurut Susi, penjelasan itu masih belum sesuai dengan data sebenarnya.

    "Lalu Bu Susi mau saya lapor berapa?" kata pengusaha yang disampaikan Susi.

    Susi mengaku jengkel dengan pertanyaan pengusaha tersebut. "Ini pengusaha kepada menteri masa mengatakan seperti itu coba," kata Susi.

    Lebih lanjut Susi mengatakan dengan perbaikan-perbaikan yang terjadi, kini Indonesia dapat tambahan tangkap 600 ribu ton. "600 ribu ton kalau kali US$ 2 dolar saja itu Rp 12 triliun," ujarnya.

    Adapun pada 2016 produksi perikanan tangkap sebanyak 6,1 juta ton. Hingga 2018 jumlah tersebut terus meningkat. Tercatat pada 2017 sebanyak 6,4 juta ton. Dan 2018 sebanyak 6,7 juta ton atau meningkat 5,17 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.