Pertamina Diduga Monopoli Avtur, Ini Penjelasan Kementerian BUMN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dugaan PT Pertamina (Persero) melakukan praktik monopoli dalam menjual avtur ditanggapi oleh Kementerian BUMN.

    Baca: Dugaan Monopoli Avtur, Jokowi Panggil Bos Pertamina Pagi Ini

    Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan harga avtur di Indonesia sangat kompetitif. "Jadi harga avtur sekarang posisinya turun terus sejak November dan sudah disampaikan oleh bu menteri BUMN. Jadi harga avtur sangat kompetitif," kata Fajar saat ditemui di Gedung BUMN, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

    Lebih jauh, Fajar menyebutkan harga avtur di Indonesia khsusunya di Bandara Soekarno Hatta sangat kompetitif. "Kita hanya nomer tiga di Asia Tenggara," ujar dia.

    Saat ditanya lebih lanjut soal rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk menanyakan dugaan monopoli avtur ini, Fajar tidak bisa menjawab. "Saya tidak tahu. Sya tidak bisa jawab," tuturnya. "Apalagi hubungannya kalau dengan sepinya hotel saya tidak tahu tuh, kejauhan kali ya," katanya.

    Pernyataan Fajar menanggapi rencana pemanggilan bos perusahaan pelat merah di bidang migas itu oleh Jokowi ke istana pagi hari ini. Nicke dipanggil untuk menjelaskan dugaan praktik monopoli avtur yang sebelumnya dikeluhkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.

    Jokowi mengaku kaget dan baru mengetahui adanya monopoli penjualan avtur oleh Pertamina di Bandara Soekarno-Hatta. "Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang juga kaget dan malam ini saya baru tahu dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," katanya, Senin, 11 Februari 2019.

    Lebih jauh, kata Jokowi, ia akan memberikan dua opsi kepada Pertamina. Pilihan pertama, Pertamina harus menyamakan harga penjualan avtur dengan harga yang berlaku di internasional.

    Pilihan kedua, jika tidak bisa menyamakan harga avtur, Jokowi mengatakan akan membuka peluang bagi kompetitor agar terjadi kompetisi harga avtur. "Pilihannya kan hanya itu. Karena memang sangat mengganggu sekali," kata dia.

    Baca: Dugaan Monopoli Avtur, Jokowi: Perusahaan Antre jadi Kompetitor

    Hariyadi sebelumnya mengadukan sejumlah masalah yang dialami pelaku usaha perhotelan kepada Presiden  Jokowi. Salah satunya mengenai kenaikan tarif tiket pesawat, monopoli penjualan avtur oleh Pertamina, dan kebijakan bagasi berbayar.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.