Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp 14.080 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 12 Februari 2019. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 46 poin atau 0,33 persen di level Rp 14.080 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya.

    Baca: Gubernur BI: Rupiah ke Kisaran 13.900 per Dolar AS, Terlalu Murah

    Pada perdagangan Senin lalu, nilai rupiah berakhir melemah 79 poin. Artinya kur rupiah melemah 0,57 persen di posisi Rp 14.034 per dolar AS.

    Pelemahan rupiah terimbas indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini terpantau menguat 0,03 persen atau 0,025 poin ke level 97,082 pada pukul 08.03 WIB.

    Indeks dolar mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka menguat tipis 0,01 persen atau 0,009 poin di level 97,066. Pada perdagangan Senin lalu, pergerakan indeks ditutup menguat 0,42 poin atau 0,43 persen di level 97,057, kenaikan hari kedelapan beruntun.

    Ekonom Samuel Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih sebelumnya menyebutkan pelemahan kurs rupiah seiring dengan dirilisnya data defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2018 yang dirilis pekan lalu. NPI untuk tahun 2018 tercatat defisit sebesar US$ 7,1 miliar.

    Baca: Isu Perang Dagang AS- Cina, Rupiah Kembali Melemah

    "Defisit NPI terjadi selama tiga triwulan berturut-turut, namun pada Q4-2018 mencatatkan surplus sebesar 5,4 miliar dolar AS," kata Lana ketika menjelaskan soal pelemahan kurs rupiah di Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.