Sepi Penumpang, Kemenhub: Maskapai Penerbangan Harus Optimistis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti meminta operator penerbangan untuk tetap optimistis di tengah musim sepi penumpang. Polana menuturkan sebagai bagian dari pola transportasi nasional, penerbangan merupakan salah satu pemacu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

    BACA: Infrastruktur Dianggap Penyebab Harga Bagasi dan Kargo Naik

    Dengan berkembangnya penerbangan, lanjut dia, akan menjadi pemacu tumbuh kembangnya perekonomian. "Sudah diakui oleh dunia internasional bahwa penerbangan adalah salah satu pemacu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi," ujar Polana, Senin, 11 Februari 2019.

    Ia mengatakan penerbangan sebagai salah satu moda transportasi adalah urat nadi perekonomian suatu bangsa. "Jika urat nadi tersebut beroperasi maksimal, tubuh juga akan semakin sehat dan berkembang."

    Namun demikian, Polana juga menyadari siklus-siklus bisnis yang ada di penerbangan, seperti misalnya adanya musim sepi (low season) dan musim sibuk (peak season).

    Low season biasanya terjadi di pertengahan Januari sampai Februari di mana penumpang didominasi oleh pebisnis dan pekerja, sementara penumpang dengan keperluan wisata menurun. Sedangkan peak season biasanya terjadi di tengah tahun, saat liburan sekolah dan akhir tahun saat liburan natal dan tahun baru. Ada juga puncak peak season yang khusus terjadi di Indonesia yaitu libur Lebaran.

    "Penurunan penumpang, hampir terjadi setiap tahun, memang kondisi low season yang merupakan siklus tahunan yaitu Januari, Februari. Dan Maret baru mengalami peningkatan, katanya.

    BACA: Biaya Kargo Udara Melonjak, Jasa Pengiriman Mulai Lirik Opsi Ini

    Dari data angkutan udara domestik yang dihimpun Ditjen Hubud, terlihat adanya fluktuasi jumlah penumpang, pada Januari 2016, jumlah penumpang 6,7 juta; Februari 6,4 juta; Juli 8,7 juta dan Desember 8,4 juta, sementara itu pada Januari 2017 jumlah penumpang 7,7 juta; Februari 6,5 juta; Juli 9,5 juta dan Desember 9,0 juta.

    Sedangkan pada Januari 2018 jumlah penumpang 8,3 juta; Februari 7,5 juta; Juli 9,7 juta dan Desember 8,1 juta penumpang. "Jadi saya mengajak semua pemangku kepentingan untuk optimistis memandang bisnis penerbangan tahun ini akan terus tumbuh dan berkembang. Mari kita kerja keras dan cerdas dengan saling bersinergi.

    Dan yang paling penting, harus tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, pelayanan dan patuh terhadap aturan-aturan penerbangan yang berlaku," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.