Prabowo Sebut Anggaran Bocor 500T, Tjahjo Kumolo: Tak Sebesar Itu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019. Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin saat bersaksi dalam sidang mengatakan Tjahjo Kumolo pernah meminta tolong kepadanya untuk membantu pengurusan perizinan Meikarta. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019. Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin saat bersaksi dalam sidang mengatakan Tjahjo Kumolo pernah meminta tolong kepadanya untuk membantu pengurusan perizinan Meikarta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebutkan nilai kebocoran anggaran mencapai 25 persen atau sekitar Rp 500 triliun ditanggapi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

    Baca: Prabowo Sebut 25 Persen Anggaran Pemerintah Bocor

    Tjahjo mengatakan kebocoran anggaran dalam pemerintahan memang terjadi, namun tidak mungkin sampai menyentuh angka Rp 500 triliun. "Saya kira soal anggaran bocor ada di mana-mana, tetapi tidak mungkin sebesar itu," ujarnya di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Lebih jauh Tjahjo mengatakan sejak tahun 2015 tingkat kebocoran anggaran dapat ditekan menjadi sangat kecil. Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah kepala daerah pun beberapa tahun terakhir juga tidak semuanya terkait korupsi anggaran.

    Oleh karena itu Tjahjo yakin bahwa kebocoran anggaran yang terjadi dan terus ditekan ini tidak akan mencapai Rp 500 triliun.

    Sebelumnya, Prabowo mengatakan terdapat kebocoran anggaran di era pemerintahan Jokowi, dalam berbagai macam bentuk. Salah satunya korupsi yang menyasar proyek-proyek pembangunan yang kini dilakukan.

    Prabowo memperkirakan kebocoran anggaran mencapai 25 persen dari total APBN atau setara Rp500 triliun. Ia menyebut salah satu akibat dari maraknya mark up atau penggelembungan harga yang dilakukan oknum-oknum. Dengan hitungan 25 persen kebocoran dari anggaran pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 2.000 triliun, maka hampir Rp 500 miliar uang yang hilang.

    “Bayangkan jembatan harganya Rp 100 miliar ditulis Rp 150, 200, 300 miliar. Dan ini terjadi terus menerus,” ucap Prabowo, dalam acara ulang tahun Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia, di Sports Mall, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

    Baca: Prabowo Sebut 25 Persen Anggaran Bocor, Ini Kata BPK

    Prabowo mengandaikan bila anggaran yang bocor ini dipakai, bisa digunakan untuk membangun minimal 200 pabrik yang sangat penting untuk menciptakan produk-produk. Sehingga Indonesia mampu tak menggunakan barang-barang impor lagi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.