Kemenperin Sasar Amerika dan Eropa untuk Ekspor Produk IKM

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyasar pasar Amerika dan Eropa sebagai tujuan ekspor produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) asal Indonesia.

    Baca juga: Revolusi Industri 4.0, Dibuka Peluang 4 Juta Wirausaha Baru

    "Pasarnya ya Amerika dan Eropa. Karena kedua negara itu yang ekonominya secara fundamental lebih mantap," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Menurut Gati, produk IKM memiliki segmentasi pasar tersendiri yang spesifik, di mana pasar dari kedua negara itu menerimanya, terutama untuk produk-produk kerajinan.

    Tahun ini, kata dia, Kemenperin menggenjot IKM sektor furnitur untuk meningkatkan ekspor ke berbagai negara, mengingat sektor ini yang banyak dicari oleh pasar luar negeri.

    Selain itu sektor lainnya didorong untuk melakukan ekspor. Di antaranya adalah IKM makanan dan minuman, IKM elektronika, IKM komponen otomotif, IKM kerajinan, serta IKM tekstil dan produk tekstil.

    Gati menambahkan dari total 27 ribu IKM yang ada di Indonesia, saat ini baru 300 IKM yang mampu mengekspor produk mereka.

    "Tahun ini kita ingin tingkatkan ya 3.000 IKM lah kalau bisa untuk mampu ekspor ke berbagai negara," kata Gati.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?