Kemenperin Bidik IKM Tumbuh 6 Persen pada 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, pada acara Temu Bisnis IKM Alat Angkut (Kendaraan Pedesaan) di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, pada acara Temu Bisnis IKM Alat Angkut (Kendaraan Pedesaan) di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perindustrian membidik Industri Kecil Menengah (IKM) tumbuh 5-6 persen sampai akhir 2019, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dunia.

    Baca juga: Revolusi Industri 4.0, Dibuka Peluang 4 Juta Wirausaha Baru

    "Tidak usah terlalu besar, lima persen saja, kalau bisa enam persen ya bagus. Karena kita juga melihat kondisi ekonomi dunia, bagaimanapun juga ekonomi dunia bisa mempengaruhi," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Menurut Gati, perekonomian global yang kondusif mampu mendorong ekspor produk asal Indonesia tidak hanya dari sektor industri besar, tapi juga dari produk-produk IKM.

    "Kalau perekonomiannya bagus, semakin banyak produk-produk IKM yang bisa ke luar, kan tidak hanya disuplai dari industri besar, IKM juga punya produk," kata Gati.

    Dia menyampaikan IKM sektor makanan dan minuman, elektronika, komponen otomotif, tekstil dan produk tekstil, serta kerajinan menjadi andalan untuk mencapai target pertumbuhan IKM.

    IKM unggulan tersebut diselaraskan dengan industri besar yang ingin didorong Kemenperin dalam pengembangannya.

    "Jadi IKM tidak jalan sendiri. Karena kalau pemerintah sudah fokus ke lima ini kalau kita jalan sendiri, pasarnya siapa. Kalau sudah kita ikutan di lima ini kan pasarnya kita ikutan," kata Gati.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.