Kemenperin Dukung Swiss Latih Startup Ekspor Produk

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, pada acara Temu Bisnis IKM Alat Angkut (Kendaraan Pedesaan) di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, pada acara Temu Bisnis IKM Alat Angkut (Kendaraan Pedesaan) di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) mendukung Swiss untuk melatih usaha rintisan atau startup asal Indonesia untuk dapat mengekspor produknya ke mancanegara.

    Baca juga: 2019, Mandiri Capital Bakal Bidik Startup di Tigas Sektor Ini

    "Kami berharap langkah ekspansi 'startup' ke pasar internasional menjadi salah satu upaya peningkatan ekspor produk indutri digital dan kreatif, serta memperkuat merek Indonesia sebagai industri kreatif dan digital," kata Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Gati menyampaikan hal tersebut pada pra-pembukaan dan seminar Asian Entrepreneurship Training Program (AETP) di Jakarta. Seminar yang menghadirkan pembicara dari AETP, SwissCham, dan Estubizi Network ini mengupas tentang program, peran, dan pemberdayaan usaha rintisan.

    Gati mengatakan SwissChamp yang merupakan kumpulan perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia merupakan peluang bagi para usaha rintisan untuk memperluas jaringan.

    AETP menyelenggarakan Swiss-Indonesia Acceleration Startup Program, yakni kegiatan akselerasi usaha rintisan yang memungkinkan terbukanya akses ekosistem usaha rintisan Swiss dan Indonesia.

    Program ini dilaksanakan secara paralel di Swiss dan Indonesia dengan waktu yang bersamaan, sehingga peserta program di Swiss dan Indonesia dapat saling berinteraksi.

    "Pelaksanaannya selama enam bulan dimulai pada April 2019, bentuknya pelatihan berbasis simulasi, pembinaan tim individu, pencarian mitra, serta akses ke investor dan inkubator yang serasi dengan usaha mereka," kata Gati.

    Manajer Project Manager AETP Max Weber menyampaikan Indonesia memiliki banyak talenta yang kreatif dan inovatif sehingga diperlukan kesempatan bagi mereka mengembangkan pasar dan jaringan ke tingkat internasional melaui program ini.

    "'Startup' di Indonesia perlu memahami bagaimana kebutuhan pasar di luar negeri. Dengan demikian, mereka dapat menembus pasar global dengan produk yang mereka miliki," kata Weber.

    Ia optimistis program ini dapat berjalan dan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas startup Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.