Kembangkan Bioetanol, NTT Siapkan Lahan dan Bahan Baku

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumput laut bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol dengan bantuan bakteri E. coli (Digital Trend)

    Rumput laut bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol dengan bantuan bakteri E. coli (Digital Trend)

    TEMPO.CO, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah menyatakan Provinsi NTB siap untuk mengembangkan bioetanol.

    Simak: Gubernur NTT Keluarkan Pergub Moratorium Tambang

    "Bioetanol ini harus dimulai. Kalau dilihat nilai keekonomian kadang susah masuk. Tapi kalau kita tidak mulai, tidak ada pembelajaran teknologi dan lain sebagainya nanti," ujarnya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 10 Februari 2019.

    Ia mengaku peluang NTB untuk mengembangkan bioetanol cukup terbuka lebar. Hal ini, kata Zulkieflimansyah, sejalan dengan rencana Kementerian ESDM menjadikan NTB sebagai daerah pertama pengembangan bioetanol di Indonesia.

    "Karena hasilnya nyata dan sudah ada, saya yakin dan optimis meski tidak gampang mengembangkan bioetanol ini," ucap Zulkieflimansyah.

    Zulkieflimansyah menilai NTB siap menyediakan lahan dan bahan baku untuk pengembangan bioetanol.

    "Lahan kita banyak yang tidak termanfaatkan, itu yang coba nanti kita pakai. Begitu juga dengan bahan baku, karena memakai rumput gajah tidak terlalu sulit," ujarnya.

    Ia mengatakan detail lahan dan bahannya akan dibahas kemudian dengan Kementerian ESDM.

    Sebelumnya Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian ESDM dan Pemprov NTB sepakat bekerja sama mengembangkan bahan bakar nabati berbasis tanaman lokal seperti sorgum dan rumput gajah.

    "Tujuan nota kesepahaman ini kalau hasilnya hanya kertas (dokumen), saya tidak mau. Saya tidak mau memberikan harapan palsu kepada bapak gubernur," tegas Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

    Kerja sama ini juga didukung PT Pertamina, PT Rajawali Nusantara Indonesia dan Toyota Motor Corporation dalam pengembangan bioetanol di NTB. Pemerintah Provinsi NTB menawarkan penggunaan lahan hutan produksi (HTP) dengan luas 33.000 hektar di Kabupaten Lombok Utara untuk budi daya tanaman yang cocok untuk pengembangan bahan bakar nabati.

    MoU yang ditandatangani oleh Kepala Badan Litbang ESDM, FX Sutijastoto dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah ini terkait Kerja Sama Pengembangan, Pemanfaatan Teknologi Berbasis Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?