Jokowi Bercerita Sulitnya Ambil Alih Freeport dan Blok Mahakam

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Dana yang digunakan PT Inalum untuk akuisisi Freeport senilai US$ 3,85 miliar (Rp 56 triliun). TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Dana yang digunakan PT Inalum untuk akuisisi Freeport senilai US$ 3,85 miliar (Rp 56 triliun). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bercerita tentang sulitnya pemerintah mengambil alih perusahaan pertambangan yang sahamnya dikuasai asing seperti Freeport dan Blok Mahakam. Hal itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri acara deklarasi alumni bersatu SMA di Jakarta di Istora Senayan, Minggu, 10 Februari 2019.

    Baca: Jokowi: Warung Kopi Lokal Tak Kalah dari Merek Asing

    Jokowi menegaskan pencapaian pemerintah dalam mengambil alih sumber daya alam yang selama ini diolah perusahaan asing. Beberapa SDA yang kembali dikuasai oleh perusahaan dalam negeri yakni Blok Mahakam yang sebelumnya diolah oleh perusahaan Inpex dan Total.

    Pemerintah pada 2015 memberikan pengelolaan 100 persen kepada Pertamina. "Kemudian akhir 2018, Freeport yang sudah dikelola 40 tahun lebih oleh Freeport Mcmoran sudah mayoritas sahamnya, kita kuasai sekarang ini 51,2 persen. Artinya saham pengendali ada di kita," kata Jokowi.

    Selain itu, Blok Rokan yang selama 90 tahun dikelola oleh perusahaan Cevron, pada 2018 sudah diolah oleh Pertamina. "Dipikir mengambil alih barang-barang seperti itu mudah, dipikir mengambil alih aset-aset besar seperti itu gampang. Kalau mudah dan gampang sudah dari dulu diambilalih," ujar dia.

    Jokowi mengatakan akan mempertaruhkan jabatannya untuk kebaikan bagi bangsa. "Untuk kebaikan bangsa ini, untuk kebaikan rakyat. Saya tidak memiliki beban-beban masa lalu," katanya.

    Menurut Jokowi, dalam memimpin Kabinet Kerja sejak 2014 dia tidak ingin banyak berbicara membahas fitnah yang ditujukan kepada dirinya. Dia juga bercerita mengenai anak-anaknya yang menjadi wirausahawan.

    "Tidak apa-apa, anak saya jualan martabak pun enggak apa-apa. Anak saya jualan pisang goreng enggak apa-apa. Jualan pisang nugget goreng," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.